Desa Wisata NTB Didorong Go Digital, Kemenparekraf Gelar Program Beti Dewi

- Penulis

Selasa, 24 September 2024 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku wisata digital. (dok. Kemenparekraf)

Pelaku wisata digital. (dok. Kemenparekraf)

LOMBOK– Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mendorong pengelola desa wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengoptimalkan promosi digital melalui program “Beli Kreatif Desa Wisata” (Beti Dewi).

Program ini digelar di Desa Wisata Sasak Ende, Lombok Tengah, pada 22-23 September 2024, dengan tujuan meningkatkan kemampuan para pelaku wisata dalam memasarkan paket wisata dan produk kreatif secara online.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Kemenparekraf untuk mendukung inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Desa wisata tidak hanya menjadi destinasi kunjungan, tetapi juga menjadi tempat bagi wisatawan untuk membeli produk ekonomi kreatif lokal,” ujar Sandiaga pada Senin (23/09/2024).

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pemasaran, Ni Made Ayu Marthini, menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelola desa wisata dalam menciptakan paket-paket wisata yang menarik dan beragam.

“Kami berharap desa wisata di NTB dapat memperluas jangkauan promosi secara digital sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan,” kata Made.

Sebanyak 10 desa wisata di NTB turut ambil bagian dalam kegiatan ini, di antaranya Desa Wisata Loang Baloq, Sesaot, Bonjeruk, Sukarara, dan Setanggor. Kemenparekraf bekerja sama dengan berbagai platform agen perjalanan online (OTA) seperti Traveloka, Atourin, tiket.com, Mister Aladin, dan Djalanin.com untuk memberikan bimbingan dalam pembuatan dan promosi paket wisata secara digital.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan desa wisata di NTB dapat lebih kompetitif dalam memasarkan potensi pariwisata mereka di era digital.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru