BULOG Tancap Gas di NTB, Panen Raya Jadi Awal Serapan Gabah Nasional 2026

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani hadir saat panen raya di NTB. (dok. rentak.id)

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani hadir saat panen raya di NTB. (dok. rentak.id)

NTB – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional mulai digerakkan dari daerah sentra produksi. Perum BULOG menandai langkah awal tersebut melalui Panen Raya Perdana sekaligus peluncuran program Serapan Gabah Petani Tahun 2026 yang digelar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini menjadi fondasi awal pencapaian target nasional penyerapan 4 juta ton setara beras sepanjang 2026.

Sebagai salah satu lumbung padi nasional, NTB memiliki potensi pertanian yang signifikan. Pada musim tanam 2026, luas panen padi di wilayah ini diproyeksikan mencapai ratusan ribu hektare dengan estimasi produksi jutaan ton gabah kering panen. Potensi tersebut menjadi basis strategis bagi BULOG dalam memperkuat penyerapan hasil panen petani secara berkesinambungan.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa peran BULOG tidak sebatas menyerap gabah, tetapi juga menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga pangan nasional.

Menurutnya, NTB menempati posisi penting dalam peta pangan Indonesia. Karena itu, BULOG berkomitmen mendukung daerah melalui optimalisasi serapan gabah, penguatan sistem pergudangan, serta distribusi pangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“BULOG hadir untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik dan memberikan kepastian usaha bagi petani. Dukungan kami di NTB dilakukan secara menyeluruh, mulai dari serapan yang masif hingga penguatan infrastruktur logistik,” ujar Ahmad Rizal.

Pemerintah Provinsi NTB juga menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyanti, S.P., menyampaikan bahwa sektor pangan memiliki dampak langsung terhadap stabilitas sosial dan penurunan kemiskinan ekstrem.

Ia menilai, optimalisasi penyerapan hasil panen petani tidak hanya menjamin ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa serta memperkuat peran NTB dalam mendukung kembali swasembada pangan nasional.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan BULOG harus terus diperkuat agar hasil pertanian petani benar-benar memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, BULOG terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses serapan gabah berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan kepastian harga bagi petani.

Kegiatan Panen Raya Perdana dan Launching Serapan Gabah ini turut dihadiri unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan daerah, di antaranya Wakil Kepala Polda NTB Hari Nugroho, perwakilan Danrem 162/Wira Bakti Kolonel Agung, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, Dandim Mataram Kolonel Infanteri Nyarman, Kapolres Lombok Utara Agus Purwanta, serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Andhi Wahyu Riyadno.

Melalui sinergi yang solid antara BULOG, pemerintah daerah, dan seluruh mitra strategis, NTB diharapkan terus memperkuat perannya sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot
Jotun hingga Golden Eagle Masuk Agenda KPPU, Ini 5 Dugaan Pelanggaran Usaha yang Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru