JAKARTA – Perum BULOG dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilisasi harga pangan nasional.
Komitmen ini ditandai dengan kunjungan Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani bersama Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Mokhamad Suyamto ke Markas Besar Polri untuk bertemu langsung dengan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas langkah konkret dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan. Salah satu bentuk dukungan Polri adalah membantu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat melalui jajaran kepolisian di seluruh Indonesia.
“Dalam waktu dekat akan dilakukan video conference dengan seluruh jajaran Polri dan BULOG untuk menyamakan persepsi dan memperkuat program SPHP, baik melalui Primkopol di satuan Polri maupun Gerakan Pangan Murah (GPM) dan bazar di wilayah masing-masing,” ujar Listyo Sigit, Jumat (1/8/2025).
Beras SPHP akan disalurkan melalui berbagai kanal distribusi, termasuk koperasi di lingkungan Polri, pedagang eceran di pasar rakyat, Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP), outlet pangan binaan pemerintah daerah, outlet BUMN, Rumah Pangan Kita (RPK), ritel modern, serta instansi pemerintah seperti TNI dan Polri.
Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan apresiasi atas dukungan Polri terhadap program SPHP yang dijalankan sesuai penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Surat Kepala Bapanas Nomor 173/TS.02.02/K/7/2025 tertanggal 8 Juli 2025. Program ini berlangsung Juli–Desember 2025 dengan target penyaluran 1,3 juta ton beras di seluruh Indonesia.
“Kami berterima kasih atas kesamaan visi dengan Kapolri dalam mendukung terwujudnya Asta Cita Presiden RI melalui penguatan ketahanan pangan nasional,” kata Rizal.
Selain beras, BULOG dan Polri juga melanjutkan kerja sama dalam penyerapan jagung dalam negeri. Polri menyatakan dukungan penuh terhadap target penyerapan satu juta ton jagung dan pengembangan lahan jagung seluas satu juta hektar, disertai pembangunan 18 gudang di 12 daerah.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan, sekaligus mendukung cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.
“Melalui jaringan yang dimiliki Polri, kami berharap beras SPHP dapat lebih merata sehingga stabilisasi harga dan ketersediaan pangan bisa tercapai,” tutup Rizal.
Penulis : lazir
Editor : ameri













