BP2MI Memberangkatkan 324 PMI ke Korea Selatan dan 2 PMI ke Jerman dalam Skema G to G

- Penulis

Selasa, 16 Juli 2024 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BP2MI Benny Ramdhani saat melepas PMI ke Korea dan Jerman. (lazir)

Kepala BP2MI Benny Ramdhani saat melepas PMI ke Korea dan Jerman. (lazir)

RENTAK.ID – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali aktif memberangkatkan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara penempatan, kali ini dengan tujuan utama Korea Selatan dan Jerman. Proses ini dilakukan melalui skema Government to Government (G to G), yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan dan keamanan para PMI.

Kepala BP2MI, Benny Ramdani, mengonfirmasi bahwa sebanyak 324 PMI telah diberangkatkan ke Korea Selatan, sementara 2 PMI lainnya menuju Jerman. “Ini merupakan bagian dari penempatan rutin yang dilakukan setiap minggunya secara nasional,” ujar Benny di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada hari Senin (15/7/2024).

Menurut Benny, pemberangkatan ini bukan hanya sekadar tugas rutin, melainkan juga upaya serius pemerintah dalam menghormati kontribusi para PMI sebagai Pahlawan Devisa. “Mereka adalah orang-orang penting yang layak mendapatkan penghargaan dan penghormatan dari negara,” tambahnya.

BP2MI telah mencatat bahwa sepanjang tahun 2024, sebanyak 5.031 PMI telah diberangkatkan untuk bekerja di Korea Selatan dengan skema G to G. Benny menyebut tahun ini sebagai “Tahun Gerak Masif dan Tahun Gerak Progressif,” menekankan komitmen untuk meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan bagi PMI yang bekerja di luar negeri.

Penggunaan skema G to G dalam penempatan PMI ke Korea Selatan dan Jerman tidak hanya menjamin kepastian hukum dan kesejahteraan, tetapi juga menegaskan tanggung jawab mereka sebagai duta negara di tempat kerja yang baru.

Dengan demikian, pemberangkatan ini tidak hanya menggambarkan langkah praktis dalam bidang ketenagakerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk memajukan kesejahteraan para pekerja migran Indonesia di kancah internasional.

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru