Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka Hari ini, Pendaftaran Dibuka hingga 31 Juli

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama LPDP, Yon Arsal secara resmi membuka pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 (foto. lazir - rentak.id)

Direktur Utama LPDP, Yon Arsal secara resmi membuka pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 (foto. lazir - rentak.id)

JAKLARTA – Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 resmi dibuka mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Pada pembukaan tahap kedua ini, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) semakin memperkuat fokus pendanaan untuk bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) yang mendukung industri strategis nasional, sekaligus menghadirkan sejumlah kemudahan persyaratan bagi calon pendaftar.

Direktur Utama LPDP, Yon Arsal, mengatakan sekitar 80 persen alokasi beasiswa tahun ini diarahkan untuk bidang STEM dan disiplin ilmu yang berkaitan langsung dengan pengembangan industri strategis Indonesia. Sementara sisanya dialokasikan bagi bidang sosial, humaniora, seni, ekonomi, hingga studi keagamaan melalui skema SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics).

“Kita peningkatan STEM bergerak terus. Pada 2025 porsinya sekitar 66 sampai 69 persen, kemudian pada 2026 menjadi 74 persen. Ke depan kita akan coba mencapai minimal 80 persen untuk STEM dan STEM related,” kata Yon Arsal saat media briefing di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin  (29/6/2026).

Ia menjelaskan, fokus tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional di berbagai sektor strategis.

Program Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 tetap menghadirkan dua program utama, yakni Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE. Selain itu, LPDP kembali membuka Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan, Beasiswa Keolahragaan, serta Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional melalui jalur Doctor by Research.

Bidang STEM Industri Strategis meliputi sektor pangan, energi, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur, material maju, hingga kewirausahaan dan industri kreatif.

LPDP juga tetap memberikan dukungan bagi bidang STEM-related, yakni disiplin ilmu non-STEM yang memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan industri strategis, seperti kebijakan publik, hukum, bisnis, dan ekonomi.

Sementara itu, bidang SHARE tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional melalui penguatan aspek sosial, kebijakan publik, ekonomi, budaya, pendidikan, hingga keagamaan.

Selain memperkuat fokus pendanaan, LPDP juga melakukan berbagai penyempurnaan kebijakan yang dinilai lebih ramah bagi calon penerima beasiswa.

Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, mengatakan sejumlah persyaratan kini dibuat lebih fleksibel, terutama terkait kemampuan bahasa Inggris dan daftar perguruan tinggi tujuan.

“Pada tahap kedua ini terdapat berbagai penyesuaian yang memberikan kemudahan bagi para pendaftar, baik dari kelompok afirmasi maupun nonafirmasi, sehingga akses terhadap beasiswa semakin luas,” ujarnya.

Salah satu perubahan utama adalah keringanan persyaratan sertifikat bahasa Inggris.

Bagi peserta afirmasi yang memilih perguruan tinggi dalam negeri, sertifikat bahasa Inggris tetap tidak menjadi syarat. Sementara bagi tujuan luar negeri, peserta yang telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) Unconditional tidak lagi diwajibkan melampirkan sertifikat bahasa.

Peserta afirmasi yang belum memiliki LoA kini dapat menggunakan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri sebagai alternatif.

Khusus putra-putri Papua yang mengikuti jalur afirmasi, LPDP tetap memberikan pengecualian terhadap persyaratan IPK minimum maupun kemampuan bahasa Inggris, baik untuk studi di dalam maupun luar negeri.

Kemudahan juga diberikan kepada peserta nonafirmasi, termasuk CPNS, PNS, TNI, dan Polri. Bagi yang telah memiliki LoA Unconditional tidak lagi diwajibkan menyerahkan sertifikat bahasa. Sementara peserta yang belum memiliki LoA memperoleh tambahan pilihan sertifikat bahasa, seperti TOEP untuk tujuan dalam negeri dan Duolingo untuk tujuan luar negeri.

Kebijakan serupa juga diterapkan pada Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research. Selain memberikan alternatif sertifikat bahasa dari pusat bahasa perguruan tinggi, LPDP juga menurunkan skor minimal kemampuan bahasa Inggris dibandingkan seleksi tahap pertama.

Perubahan lainnya adalah perluasan daftar universitas tujuan. Jumlah universitas unggulan bertambah dari sebelumnya 17 menjadi 31 perguruan tinggi, terdiri atas 17 universitas untuk seluruh program studi dan 14 universitas tambahan yang dikhususkan bagi program studi STEM.

LPDP juga memperbarui daftar perguruan tinggi tujuan di dalam maupun luar negeri, termasuk program double degree, joint degree, serta perguruan tinggi tujuan khusus Beasiswa Keolahragaan.

Di sisi lain, LPDP menegaskan komitmennya terhadap pemerataan akses pendidikan melalui kebijakan afirmasi. Lembaga ini tetap memberikan prioritas kepada putra-putri terbaik dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar agar memiliki kesempatan yang lebih besar menempuh pendidikan tinggi berkualitas.

Sebagai pengelola Dana Abadi Pendidikan, LPDP saat ini mengelola dana sebesar Rp180,81 triliun per 31 Mei 2026. Dana tersebut menjadi fondasi investasi jangka panjang pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia.

Sejak beroperasi pada 2013 hingga Mei 2026, LPDP telah melahirkan 58.749 penerima beasiswa, yang terdiri atas mahasiswa magister, doktor, dokter spesialis, hingga program non-gelar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34.334 orang telah menjadi alumni, sedangkan 18.728 lainnya masih menempuh studi di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Secara keseluruhan, melalui berbagai program kolaborasi bersama kementerian dan lembaga, LPDP telah mendukung 98.409 penerima beasiswa program degree dan lebih dari 586 ribu peserta program non-degree, sekaligus mendanai ribuan riset, penguatan perguruan tinggi, serta program pemajuan kebudayaan.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini juga terus meningkat. Pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026, sebanyak 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi dari total 32.794 pendaftar. Jumlah peminat tersebut meningkat 33,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

LPDP mengingatkan bahwa seluruh penerima beasiswa dibiayai menggunakan dana publik. Karena itu, setiap penerima diharapkan kembali ke Indonesia dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa sesuai bidang keahlian yang dimiliki.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai
Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan
SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga
PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan
Sekolah di Yogyakarta Perkuat Literasi dan Numerasi Lewat STEM Berbasis PISA
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
Dua Ruang Kelas Roboh Akibat Gempa Nagekeo, Guru SD Katolik Doki Tak Berhenti Mengajar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:08 WIB

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai

Rabu, 16 September 2026 - 15:09 WIB

Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan

Rabu, 16 September 2026 - 14:01 WIB

SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga

Rabu, 16 September 2026 - 10:23 WIB

PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Minggu, 13 September 2026 - 08:15 WIB

200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan

Berita Terbaru