RENTAK.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Madiun pada Sabtu (15/3/25) sore hingga malam mengakibatkan luapan air Kali Piring, merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Pilangbango.
Genangan air setinggi hingga 50 cm membuat aktivitas warga lumpuh sementara.
Tak menunggu lama, Pemerintah Kota Madiun langsung bergerak cepat. Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, turun langsung ke lokasi banjir pada Minggu pagi.
Didampingi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri, ia menyerahkan paket bantuan berupa sembako, makanan siap saji, hingga kebutuhan mendesak lainnya kepada para korban.
“Total ada 109 keluarga yang terdampak banjir kali ini. Kami berupaya segera meringankan beban mereka dengan menyalurkan bantuan,” ujar Bagus Panuntun saat mengunjungi rumah-rumah warga.
Selain membagikan bantuan, tim gabungan juga fokus melakukan pembersihan di area sungai. Tumpukan bambu yang menghambat aliran Kali Piring menjadi salah satu penyebab utama air meluap ke permukiman.
“Setelah kami tinjau, banyak material seperti bambu yang menyumbat aliran sungai. Itu langsung kami bersihkan agar air cepat surut,” jelas Bagus.
Menurut data lapangan, ketinggian air di dalam rumah warga sempat mencapai 20 hingga 30 cm, sementara di jalanan genangan bisa mencapai 50 cm.
Saat ini, air memang sudah mulai surut, tetapi potensi banjir susulan tetap menjadi perhatian serius.
Pemkot Madiun juga berencana memaksimalkan fungsi Embung Pilangbango, yang selama ini menjadi salah satu penampung air di kawasan tersebut.
Bagus menegaskan perlunya evaluasi agar embung tersebut lebih efektif dalam meredam lonjakan debit air saat musim hujan.
“Kami akan duduk bersama pihak terkait untuk memastikan embung ini benar-benar optimal sebagai solusi jangka panjang,” tambahnya.
Meski kondisi sudah berangsur normal, warga diminta tetap waspada. Curah hujan tinggi diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.***
Editor : Ayham
Sumber Berita: Antaranews.com













