Banjir Bandang Pasca Letusan Gunung Marapi, 37 Orang Meninggal Dunia

- Penulis

Senin, 13 Mei 2024 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Pantauan drone BPBD Tanah Datar kejadian banjir bandang di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kab Tanah Datar, sungai ini berhulu di Gunung Marapi dengan nama sungai Malana atau Lona. (dok. BPBD Tanah Datar)

Foto : Pantauan drone BPBD Tanah Datar kejadian banjir bandang di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kab Tanah Datar, sungai ini berhulu di Gunung Marapi dengan nama sungai Malana atau Lona. (dok. BPBD Tanah Datar)

RENTAK.ID – Pasca letusan Gunung Marapi di Sumatera Barat, bencana alam berupa banjir bandang lahar dingin terjadi dan menimbulkan dampak parah di beberapa wilayah disana.

Berdasarkan laporan dari BNPB, sebanyak 37 orang meninggal dunia akibat bencana ini dan 17 orang masih hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. mengatakan bahwa banjir bandang lahar dingin ini dipicu oleh hujan deras di hulu Gunung Marapi yang memicu aliran lahar menyapu ke bawah.

“Kejadian ini terjadi pada 11 Mei 2024 malam dan melanda empat kabupaten di Sumatra Barat,” kata Abdul Muhari, dilutip Senin, 13 Mei.2024.

Belum lama ini, Gunung Marapi juga mengalami letusan yang sama pada akhir April 2024, dengan status Level II atau Waspada.

Perubahan curah hujan di wilayah Hulu Gunung Marapi justru mulai terjadi pada tanggal 12 Mei 2024. Saat ini, kondisi meningkat dan merujuk pada risiko bahaya susulan.

Oleh karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar masyarakat yang berada di sekitar bantaran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi waspada dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang dalam melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.

“Untuk saat ini, upaya pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan untuk menemukan 17 orang yang masih hilang,” ujarnya.

Banjir bandang akibat letusan Gunung Marapi harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu bersiap menghadapi ancaman bencana alam dan menghindari lokasi yang berpotensi berbahaya.

Semoga korban yang masih hilang dapat ditemukan dan kondisi di Sumatra Barat segera membaik.

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho
Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian
300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional
Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao
Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata
Galaxy A36 5G Antar Team Vagos Juara SGGA 2025
Debut Global yang Membanggakan! Tim Labmino Bawa Inovasi RunSight Tembus 20 Besar Dunia Samsung Solve for Tomorrow 2025
 Monitor Satu Layar untuk Gaming dan Produktivitas

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:00 WIB

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:43 WIB

Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:02 WIB

300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:06 WIB

Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:00 WIB

Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru