Badai Musim Dingin Perparah Krisis Gaza, Sukamta Desak Indonesia Tekan Israel Buka Akses Bantuan

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukamta (dok.pribadi)

Sukamta (dok.pribadi)

JAKARTA – Cuaca buruk yang melanda wilayah Gaza saat memasuki musim dingin memicu banjir besar yang menerjang ribuan tenda pengungsian sejak Jumat hingga Sabtu pagi (15/11/2025).

Hujan deras memperparah kondisi tempat tinggal warga, sementara Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa 93 persen tenda pengungsian tidak layak digunakan, terutama di tengah cuaca ekstrem.

Melihat situasi yang semakin kritis, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menekankan pentingnya upaya internasional yang terkoordinasi untuk membantu warga Gaza menghadapi musim dingin yang keras.

“Kondisi semakin memburuk karena Israel tetap memblokir masuknya material perlindungan seperti tenda, rumah portabel, dan peralatan tempat tinggal lain ke Gaza. Ini jelas pengingkaran terhadap kewajiban dalam perjanjian gencatan senjata 10 Oktober. Israel seolah ingin membuat warga Gaza menderita dan perlahan mati akibat kelaparan serta kedinginan,” ujar Sukamta, Rabu (19/11/2025).

Ia mendesak Pemerintah Indonesia untuk mendorong Amerika Serikat dan negara-negara penjamin gencatan senjata agar menekan Israel mematuhi kesepakatan, terutama dengan membuka akses bantuan kemanusiaan berupa tenda dan perlengkapan musim dingin.

“Indonesia adalah salah satu negara penjamin gencatan senjata, sehingga memiliki posisi yang cukup kuat untuk memberikan tekanan tersebut. Ini sangat mendesak dilakukan karena cuaca ekstrem dan musim dingin akan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza,” katanya.

Sukamta, yang juga menjabat Wakil Ketua Fraksi PKS, menambahkan bahwa bila Israel tetap menolak membuka akses bantuan, Amerika Serikat dan negara-negara penjamin perlu menjatuhkan sanksi tegas.

“Jika mereka tidak mampu menekan Israel, posisi mereka akan sangat memalukan di mata dunia. Kondisi ini juga mengancam keberlanjutan gencatan senjata, karena Israel berulang kali melanggar kesepakatan tanpa konsekuensi apa pun,” tegasnya.

Penulis : guntar

Editor : gunawan tarigan

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru