JAKARTA – Gedung Parlemen di Senayan kembali diramaikan dengan berbagai agenda penting pada Rabu, (30/4/2025). Sejak pukul 10.00 WIB, seluruh komisi dan alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menjalankan rapat kerja, rapat dengar pendapat, hingga audiensi dengan para pemangku kepentingan.
Fokus utama berkisar pada isu strategis nasional, perlindungan konsumen, pelayanan kesehatan, hingga pembahasan rancangan undang-undang.
Salah satu agenda penting digelar oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang mengadakan rapat pleno bersama Kepala Korlantas Polri, Sekjen Kementerian PUPR, Dirut BPJS Kesehatan, dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan. Rapat ini menjadi bagian dari penyusunan RUU tentang Perubahan atas UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Baleg juga menggelar rapat lanjutan pada pukul 14.00 untuk pengambilan keputusan terkait draf perubahan undang-undang tersebut.
Sementara itu, Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan para Kepala Staf TNI. Mereka membahas sejumlah isu strategis pertahanan negara. Di siang harinya, Komisi I kembali mengadakan rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komnas Anak, Komnas Perempuan, dan ICT Watch, khusus membahas dampak penyiaran multiplatform terhadap perlindungan kelompok rentan.
Di Komisi II, Mendagri dan seluruh kepala daerah hadir langsung dalam rapat yang membahas penyelenggaraan pemerintahan daerah, transfer anggaran pusat ke daerah, pengelolaan kepegawaian, hingga optimalisasi BUMD dan BLUD.
Komisi III DPR RI turut menyuarakan isu hak asasi dengan menggelar RDPU bersama Dirreskrimum Polda Metro Jaya dan pihak keluarga korban dalam kasus meninggalnya Alm. Kenzha. “Kami ingin mendengar langsung dari keluarga dan penegak hukum untuk memastikan keadilan ditegakkan,” ujar salah satu anggota Komisi III.
Komisi VI menyentuh isu krusial seputar perlindungan konsumen dalam dua sesi. Pagi hari, rapat digelar bersama YLKI, BPOM, dan BPSK DKI Jakarta. Sore harinya, hadir pakar-pakar hukum dan perlindungan konsumen, termasuk Prof. Rizal Edy Halim dan Prof. Andri Wibisono. Agenda ini berkaitan dengan penyusunan Naskah Akademik dan RUU tentang Perlindungan Konsumen.
Dari sisi ekonomi kreatif, Komisi VII melakukan rapat kerja dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membahas akses pembiayaan dan investasi. Di sesi terpisah, Menteri Koperasi dan UMKM hadir untuk mengevaluasi penghapusan piutang macet UMKM.
Komisi IX menyelenggarakan dua sesi penting. Pada pagi hari, rapat membahas percepatan penurunan stunting dan program keluarga berencana bersama BKKBN. Siang harinya, Menteri Kesehatan dan Mendikti hadir bersama perwakilan profesi medis dan institusi pendidikan kedokteran. Fokusnya adalah penguatan etika, disiplin profesi medis, dan sistem perlindungan pasien.
Agenda lain yang tak kalah penting datang dari Komisi XII, yang membahas pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir dan smelter bauksit bersama BAPETEN, BRIN, dan sejumlah pelaku industri. Diskusi menyoroti dampak larangan ekspor bijih dan kapasitas produksi dalam negeri.
Sementara itu, Komisi XIII menampung aspirasi dari LBH APIK, ELSAM, dan HUMA terkait revisi UU No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Komisi ini juga menggelar audiensi dengan Komisi Nasional Disabilitas untuk memperkuat perlindungan hak-hak kelompok difabel.
Tak hanya itu, BKSAP DPR RI turut mengadakan embassy briefing dalam rangka sosialisasi sidang ke-19 Session of the Conference of the PUIC, yang akan diselenggarakan di Indonesia.
Penutup hari ini diwarnai dengan rapat Pansus RUU Pengelolaan Ruang Udara yang mengundang pakar hukum udara dan tata ruang, Dr. Lilly S. Wasitova dan Prof. Dr. Ida Bagus Rahmadi Supancana.
Dengan lebih dari 20 agenda besar dalam sehari, parlemen menunjukkan dinamika kerja yang padat dan beragam, mencerminkan upaya legislatif dalam menyikapi isu-isu prioritas nasional di berbagai sektor. ***
Penulis : amanda az
Editor : reni diana













