Abdul Mu’ti Pastikan Pendidikan Anak di Pulau Arar Papua Tetap Terjangkau dan Layak

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat di Pulau Arar (dok. kemendikdasmen)

Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat di Pulau Arar (dok. kemendikdasmen)

SORONG – Upaya pemerataan pendidikan hingga ke wilayah terpencil terus diperkuat pemerintah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan tidak boleh ada anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan, termasuk mereka yang tinggal di Pulau Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang merata tanpa memandang kondisi ekonomi, keterbatasan fisik, kemampuan intelektual, maupun letak geografis daerah.

“Tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena memiliki kesulitan ekonomi, kemampuan intelektual, keterbatasan fisik, atau berada di daerah yang terpencil seperti di Pulau Arar ini. Ini adalah amanat yang sungguh-sungguh kami tunaikan semaksimal mungkin,” ujar Abdul Mu’ti, Rabu (27/5/2026)

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026 yang memprioritaskan sekolah terdampak bencana, sekolah di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), serta sekolah dengan kerusakan fisik berat.

Tak hanya pembangunan gedung sekolah, Kemendikdasmen juga memperkuat berbagai model layanan pendidikan agar bisa menjangkau masyarakat di daerah terpencil. Abdul Mu’ti menjelaskan ada lima model pendidikan yang terus dikembangkan, yakni pendidikan jarak jauh (PJJ), sekolah satu atap, sekolah terbuka berbasis komunitas belajar, pendidikan kesetaraan, serta kursus dan pelatihan.

Menurutnya, pendekatan tersebut disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

“Kita merasakan semangat yang sama untuk memajukan pendidikan di tanah air. Mari bersama-sama kita bangkitkan semangat agar anak-anak kita dapat tumbuh menjadi generasi emas Indonesia 2045,” lanjutnya.

Kunjungan Mendikdasmen ke Pulau Arar pun menjadi perhatian masyarakat setempat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, mengatakan kedatangan menteri ke wilayah itu menjadi momen bersejarah.

“Ini pertama kali menteri bisa sampai di Pulau Arar,” katanya.

Adolof menjelaskan, Papua Barat Daya memiliki sekitar 160 ribu peserta didik, lebih dari 1.200 sekolah, dan sekitar 10 ribu guru yang tersebar di lebih dari 900 kampung. Karena itu, pemerataan pendidikan di wilayah tersebut membutuhkan dukungan kuat dari pemerintah pusat dan daerah.

Dampak revitalisasi sekolah juga mulai dirasakan langsung oleh para siswa. Meske Salomina Sosir, murid SMA Unimuda Pulau Arar, mengaku sebelumnya harus belajar di bangunan sekolah yang rusak dan tidak nyaman. Kini, setelah revitalisasi selesai dilakukan, suasana belajar berubah drastis.

Ia mengatakan ruang kelas yang telah direnovasi membuat para siswa kembali bersemangat datang ke sekolah dan mengikuti pelajaran.

“Pembangunan sudah selesai satu bulan lalu. Kelasnya sudah dimanfaatkan, sudah bisa belajar. Perasaannya sangat gembira. Setiap hari kalau pagi belum ada guru, pasti kita murid pertama datang,” ungkap Meske.

Meske juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti atas perhatian terhadap pendidikan di Pulau Arar.

“Terima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto beserta Bapak Menteri Abdul Mu’ti. Kiranya atas berkat yang Bapak berikan kepada kami di sekolah SMA Unimuda Pulau Arar, dapat menunjang murid-murid untuk bisa belajar dan bersenang-senang,” tuturnya.

Selain SMA Unimuda Pulau Arar, program revitalisasi juga menyasar SD Inpres 27 Kabupaten Sorong. Sekolah tersebut menerima bantuan pembangunan toilet, ruang UKS, serta rumah dinas guru.

Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti disambut antusias para guru dan murid sebelum meninjau langsung fasilitas yang telah selesai dibangun. Ia kemudian meresmikan hasil revitalisasi sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak dan mendukung proses belajar mengajar di wilayah terpencil Papua.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Berita Terbaru