Abdul Mu’ti: Anak Indonesia Harus Berani Bermimpi Besar dan Menembus Dunia

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu’ti di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat (foto. kemendikdasmen)

Mendikdasmen Abdul Mu’ti di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat (foto. kemendikdasmen)

BOGOR – Gelak tawa dan antusiasme siswa mewarnai kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat. Usai mengikuti kegiatan Pagi Ceria, Abdul Mu’ti meluangkan waktu berdialog langsung dengan para siswa.

Dari obrolan ringan soal sepak bola hingga cita-cita menjadi astronot, percakapan itu menyimpan pesan mendalam tentang pentingnya keberanian bermimpi dan semangat belajar sejak usia dini.

Di hadapan para siswa, Abdul Mu’ti mengajak mereka berbincang santai mengenai berbagai hal yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Salah satunya tentang pertandingan sepak bola antara Indonesia dan Mozambik.

“Indonesia menang mana sama Mozambik?” tanya Abdul Mu’ti kepada seorang siswa, Rabu (10/6/2026).

Dengan polos namun penuh keyakinan, siswa tersebut menjawab, “Indonesia.”

Percakapan kemudian berlanjut ke dunia sepak bola. Saat ditanya pemain yang ingin diteladani, siswa itu menyebut nama Beckham Putra. Alasannya sederhana, tetapi mencerminkan tekad besar yang dimiliki anak-anak.

“Karena ingin masuk Persib Bandung,” jawabnya yang langsung disambut tepuk tangan dan senyum para guru serta siswa yang hadir.

Bagi Abdul Mu’ti, jawaban tersebut menunjukkan bahwa setiap anak memiliki impian yang patut dihargai dan didukung. Menurutnya, sekolah dan lingkungan pendidikan memiliki peran penting untuk menjaga agar cita-cita anak tetap tumbuh dan berkembang.

Dialog semakin menarik ketika Menteri Mu’ti berbincang dengan Destian, siswa asal Wonogiri, Jawa Tengah. Dengan percaya diri, Destian mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri dan bekerja di bidang antariksa.

“Karena saya ingin belajar sesuatu yang baru. Dan saya ingin bekerja di Amerika karena saya ingin menjadi astronot,” ujar Destian saat menjelaskan cita-citanya.

Mendengar jawaban tersebut, Abdul Mu’ti memberikan motivasi agar para siswa terus berusaha mewujudkan impian mereka melalui kerja keras dan disiplin belajar.

“Menjadi pelajar yang baik, rajin belajar, berpikir cerdas, optimis, dan selalu bersyukur adalah bekal penting untuk meraih masa depan,” pesan Abdul Mu’ti.

Yang membuat Menteri Mu’ti semakin terkesan adalah kemampuan Destian berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan lancar. Percakapan keduanya pun mengalir tanpa hambatan menggunakan bahasa internasional tersebut.

Saat ditanya bagaimana cara belajar bahasa Inggris, Destian mengaku tidak mengikuti kursus khusus. Ia justru memanfaatkan media sosial dan tayangan YouTube sebagai sarana belajar sejak kecil.

Jawaban itu, menurut Abdul Mu’ti, menjadi bukti bahwa teknologi dapat membuka akses pembelajaran yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.

“Penguasaan bahasa asing menjadi keterampilan penting yang perlu terus dikembangkan,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menegaskan bahwa kemampuan berbahasa asing bukan berarti mengurangi rasa cinta terhadap bangsa dan bahasa Indonesia. Sebaliknya, kemampuan tersebut merupakan bekal untuk memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, serta membuka peluang pendidikan dan pekerjaan yang lebih besar di masa depan.

Abdul Mu’ti juga menekankan bahwa anak-anak Indonesia memiliki peluang yang sama untuk meraih cita-cita, terlepas dari latar belakang keluarga maupun daerah asal mereka.

“Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia harus berjalan seiring dengan keberanian untuk belajar dan berkompetisi di tingkat dunia. Anak-anak Indonesia, dari kota besar hingga pelosok daerah, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih impian mereka,” pungkasnya.

Melalui dialog sederhana tersebut, Abdul Mu’ti ingin menanamkan optimisme kepada generasi muda bahwa mimpi besar dapat diwujudkan selama disertai kemauan belajar, kerja keras, dan keyakinan untuk terus melangkah maju.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit
Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi
Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:05 WIB

5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB