Pelaporan Jaksa Agung ke KPK Diduga Upaya Penggagalan Gebrakan Baru Penegakan Hukum

- Penulis

Minggu, 20 Oktober 2024 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Azmi Syahputra (ist)

Azmi Syahputra (ist)

JAKARTA – Ketua Asosiasi Ilmuan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha), Azmi Syahputra, menilai bahwa pelaporan Jaksa Agung ST Burhanuddin ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah bentuk kekhawatiran terhadap langkah-langkah baru penegakan hukum yang diterapkan. Menurutnya, laporan tersebut sarat dengan motif politik.

“Setiap kali terjadi kontestasi jabatan dalam lembaga penegakan hukum, selalu ada cerita di mana berbagai cara dilakukan, termasuk menggunakan senjata politik dan manuver ‘tikungan terakhir’, seperti membuat laporan hukum yang tidak berdasar. Hal ini biasanya bertujuan untuk memunculkan kegaduhan di tengah publik, terutama menjelang pelantikan presiden dan pembentukan kabinet baru,” kata Azmi, Minggu 20 Oktober 2024.

Ia juga menambahkan, bahwa pelaporan ini semakin mencuat karena beberapa nama yang dipanggil untuk mengisi kabinet sudah mulai mengerucut, termasuk Jaksa Agung yang dianggap sebagai sosok penting dalam penegakan hukum.

“Jaksa Agung sering dijadikan sasaran tembak karena keberaniannya dalam memberantas kasus-kasus korupsi besar yang selama ini merugikan negara. Kepemimpinan ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung berhasil membawa semangat baru, dengan hasil kerja yang cepat, tuntas, dan transparan. Dibandingkan lembaga penegak hukum lainnya, Kejaksaan Agung saat ini lebih menunjukkan komitmen kuat dalam misi kepentingan bangsa,” lanjut Azmi.

Lebih lanjut, Azmi mencurigai bahwa ada pihak-pihak yang khawatir jika ST Burhanuddin kembali menjabat sebagai Jaksa Agung dalam kabinet Prabowo mendatang. Menurutnya, pihak-pihak tersebut takut akan gebrakan inovasi baru yang akan memperketat penegakan hukum di Indonesia.

“Maka dari itu, laporan yang diajukan ke KPK ini sepertinya bagian dari strategi untuk menjatuhkan Jaksa Agung. Padahal, laporan ini lebih bersifat administratif dan hukum privat. Hal ini tampaknya hanya menjadi ajang untuk menghambat kinerja Jaksa Agung sekaligus mencoba meruntuhkan reputasinya,” jelas Azmi.

Ia juga menegaskan bahwa pelaporan ini bisa dianggap sebagai upaya pembunuhan karakter, apalagi jika dilakukan di tengah suasana politik yang sensitif seperti sekarang.

“KPK seharusnya bersikap bijaksana dan menunda pengusutan laporan ini hingga kabinet pemerintahan baru terbentuk, agar tidak terkesan ada upaya saling merebut kekuasaan,” tutupnya. ***

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho
Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian
300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional
Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao
Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata
Galaxy A36 5G Antar Team Vagos Juara SGGA 2025
Debut Global yang Membanggakan! Tim Labmino Bawa Inovasi RunSight Tembus 20 Besar Dunia Samsung Solve for Tomorrow 2025
 Monitor Satu Layar untuk Gaming dan Produktivitas

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:00 WIB

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:43 WIB

Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:02 WIB

300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:06 WIB

Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:00 WIB

Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB