RENTAK.ID, BANDUNG – Setelah melewati momen libur Lebaran, Kereta Cepat Whoosh masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang beraktivitas ke Bandung dan sekitarnya.
Pada hari ke-3 setelah Lebaran atau H+3, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memperkirakan lonjakan volume penumpang akan kembali mencapai angka lebih dari 20 ribu.
Menurut General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa, peningkatan ini terutama terjadi untuk rute Tegalluar-Halim dan Padalarang-Halim.
“Tanggal 14 April 2024 merupakan weekend terakhir sebelum cuti bersama Idul Fitri berakhir pada 15 April 2024, sehingga kami memperkirakan adanya lonjakan pergerakan penumpang untuk kembali ke Jakarta,” ujar Eva.
Data pemesanan tiket pada pukul 12 siang menunjukkan bahwa jumlah pemesanan tiket untuk keberangkatan hari Minggu sudah mencapai angka 19 ribu. Diprediksi puncak arus balik Kereta Cepat Whoosh akan terjadi pada hari Minggu ini.
Penumpang didominasi berangkat dari Stasiun Bandung dan menggunakan KA Feeder ke Stasiun Padalarang. Namun, tidak sedikit pula penumpang yang memilih keberangkatan langsung dari Stasiun Padalarang dan Tegalluar.
Jadwal keberangkatan paling diminati pada puncak arus balik ini adalah mulai jam 13.00 hingga pukul 20.30 WIB dengan okupansi di atas 90%. Sedangkan untuk perjalanan di luar jam tersebut, okupansi sudah mencapai 75%.
Untuk mengantisipasi tingginya minat masyarakat, KCIC telah menambah perjalanan Whoosh sebanyak 30%, menjadi 52 perjalanan per hari hingga 18 April 2024.
KCIC mengimbau kepada penumpang untuk memperhitungkan waktu perjalanan menuju area stasiun Kereta Cepat agar tidak tertinggal kereta, khususnya untuk keberangkatan dari Tegalluar dan Padalarang.
Penumpang disarankan untuk hadir setidaknya 30 menit sebelum keberangkatan untuk mengantisipasi tertinggal kereta Whoosh ataupun kereta feeder. Hal tersebut dikarenakan Gate Whoosh dan KA feeder ditutup 5 menit sebelum keberangkatan. ***













