Viral PMI Arab Saudi Mendapat Kekerasan, BP2MI: Kemenlu Lakukan Advokasi!

- Penulis

Rabu, 6 Maret 2024 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Benny Ramdhani saat memaparkan PMI Arab Saudi mendapat kekerasa. (lazir)

Benny Ramdhani saat memaparkan PMI Arab Saudi mendapat kekerasa. (lazir)

RENTAK.ID, JAKARTA – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI), Benny Rhamdani memastikan pihaknya telah menindaklanjuti dugaan kekerasan terhadap PMI asal NTT di Arab Saudi. Kata Benny, BP2MI telah menghubungi perwakilan Kementerian Luar Negeri Indonesia di Arab Saudi untuk segera mengadvokasi PMI tersebut.

“Kepala balai di NTT aktif (merespon kasus ini) dan kami juga ikut tangani langsung. Jadi setiap ada masalah, kasus, gerak kami pasti sangat cepat dalam memberikan respon,” kata Benny usai meresmikan Migran Press Room di halaman Kantor BP2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2024).

Hal ini sejalan dengan tagline BP2MI ‘Gerak Masif, Kerja Progresif’. Benny meminta kepada seluruh bawahannya untuk cepat merespon keluhan, bahkan aduan yang datang dari pahlawan devisa.

“Ayo kerja berlari. Jangan kerja dengan berjalan kaki. Siapa yang memilih kerja jalan kaki, maka dia akan ketinggalan kereta. Pasti saya akan tinggalkan. Saya butuh orang-orang the dream team yang memang memiliki empati hari nurani kepedulian kepada PMI dan keluarganya untuk gerak cepat dalam merespons,” papar Benny.

Mengenai dugaan PMI tersebut berangkat dengan jalur non-prosedural, Benny pun tidak menampiknya. “Ketika kami lihat itu tidak terdaftar namanya, kemungkinan besar, patut diduga penempatan secara tidak resmi,” ucap Sekjen Partai Hanura itu.

Kendati demikian, menurut Benny, negara harus tetap bertanggungjawab memberikan jaminan perlindungan kepada rakyatnya. Sebab, ditegaskan Benny, yang mesti dihukum adalah mafia penempatan ilegal.

“Siapa yang menempatkan itu lah yang harus dikejar. Itu yang harus diseret secara hukum. Tapi, apakah itu tugas BP2MI, bukan. Itu kami serahkan kepada penegak hukum,” tegas eks anggota DPD RI itu.

Menurut Benny, mengejar mafia penempatan ilegal merupakan pekerjaan mudah. Pihaknya juga telah memetakan aktifitas para mafia penempatan ilegal. Mulai dari cara, daerah, hingga jalur pemberangkatan PMI yang dijadikan korban.

“Misalnya PMI asal NTT diberangkatkan ke Malaysia, NTB selain Malaysia, juga ke Timur Tengah, kemudian jalur yang digunakan, apakah darat, pelabuhan, bandara, dan kemudian transit di mana,” tutur Benny.

“Ini sudah kami paparkan dalam rapat di hadapan Menko Polhukam, gugus tugas. Jadi untuk mencegah, memenjarakan sekalipun mudah yang penting adalah komitmen. Di antara aparatur negara tidak main mata dan tidak menjadi bagian dari sindikat penempatan mafia ilegal,” pungkas Benny.

Sebelumnya, akun TikTok @darmawaty9708 memposting sebuah video berdurasi 5 menit. Video itu menampilkan seorang wanita berhijab hitam, menangis tersedu-sedu. Matanya tampak bengkak dan sembab.

Wanita itu diduga merupakan seorang pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi. Dia mengaku mendapat ancaman dari majikannya. Dia mengharapkan bantuan dari sanak keluarganya di Maropokot, Kabupaten Nagekeo, NTT.

“Assalamualaikum, teman-teman yang di TikTok, yang Indonesia atau tidak di sini Arab, TKW-TKW (tenaga kerja wanita). Kalian pernah merasa atau tidak ni. Saya mau cerita. Mungkin ini video terakhirku,” ucap PMI tersebut.

“Untuk keluarga yang di Mbay, Maropokot orang tuaku dan saudaraku mohon nonton video adikmu ini, anakmu ini. Saya diancam, kalau berani jawaban omongannya di potong lidahku,” lanjutnya, lalu menangis.

Wanita muda itu melanjutkan, “habis itu gajiku tidak akan dikasi. Saya tidak akan dikasi pulang ke Indonesia. Kecuali uang semuanya yang saya kerja selama ini dikasi kembali. Padahal saya kerja kasihan, saya kerja di sini,” lanjutnya sembari menangis. ***

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru