Semakin Banyak Warga Inginkan Pilpres Satu Putaran

- Penulis

Kamis, 8 Februari 2024 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Riset Polstat Indonesia, Apna Permana

Direktur Riset Polstat Indonesia, Apna Permana

RENTAK.ID – Lembaga survei Political Statistics (Polstat) Indonesia merilis hasil survei terbaru mereka tentang elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden sepekan jelang Pemilu 2024.

Salah satu temuan menarik dari survei Polstat Indonesia kali ini adalah semakin banyaknya warga yang menginginkan Piplres 2024 cukup berlangsung satu putaran saja.

Mayoritas warga juga menolak wacana pemakzulan Presiden Jokowi karena hanya akan memperpanjang kegaduhan politik nasional.

Demikian salah satu kesimpulan dari survei Polstat Indonesia yang dilakukan pada tanggal 4 s/d 7 Februari 2024 di seluruh wilayah Republik Indonesia yang terdiri
dari 34 provinsi.

“Populasi survei ini adalah seluruh penduduk Indonesia yang minimal sudah berusia 17 tahun dan memiliki E-KTP. Jumlah sampel sebesar 1200 responden diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak sistematis (systematicrandom sampling),” Direktur Riset Polstat Indonesia, Apna Permana, Kamis (8/2/2024).

Batas kesalahan (margin of error)+/- 2,83% dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%.

Pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan teknik wawancara tatap muka langsung dengan responden berpedoman kuesioner.

Survei Polstat kali ini dilengkapi dengan analisis media monitoring untuk mengukur perkembangan sentimen publik terhadap para capres sepekan jelang Pemilu 2024.

Pada saat Polstat Indonesia
menanyakan kepada responden, manakah yang lebih Anda setujui, Pilpres 2024 berlangsung satu putaran atau dua putaran, ternyata
mayoritas responden (69,6%) lebih setuju jika Pilpres 2024 berlangsung satu putaran saja. Hanya 19,2% responden yang berharap Pilpres dapat berlangsung dua putaran.

“Sementara sebanyak 11,2% mengaku tidak tahu alias tidak memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang disampaikan Polstat Indonesia,”,ucapnya.

Dibandingkan survei Polstat Indonesiasebelumnya (Desember 2023), saat ini semakin banyak warga yang menghendaki Pilpres 2024 cukup dilangsungkan satu putaran saja. Pada survei sebelumnya sebanyak 57,4% publik mengharapkan Pilpres 2024 berlangsung satu putaran.

Dalam survei Februari 2024 ini persentase warga yang menginginkan Pilpres 2024 berlangsung satu putaran meningkat signifikan menjadi 69,6%.

“Selain demi menghemat anggaran negara dan untuk memberikan kepastian bisnis, alasan lain mengapa warga menolak Pilpres dua putaran adalah untuk mengakhiri
kegaduhan politik nasional yang tidak perlu,” bebernya.

Ini terkonfirmasi dengan hasil survei Polstat Indonesia lainnya dimana mayoritas publik juga menolak gerakan pemakzulan terhadap Presiden Jokowi yang akhir-akhir ini dipropagandakan oleh sejumlah aktivis dan elit politik.

Ketika Polstat Indonesia menanyakan kepada responden, apakah Anda setuju atau kurang setuju terhadap wacana pemakzulan Presiden Jokowi, bagian terbesar publik atau 55,8% responden menyatakan tidak setuju alias menolak wacana pemakzulan tersebut.

Hanya 20,9% responden yang setuju terhadap wacana pemakzulan Presiden Jokowi, sementara sebanyak 23,3% responden tidak dapat
memberikan sikap terhadap wacana tersebut.

“Ini mengindikasikan bahwa publik menolak wacana pemakzulan karena mereka mempersepsikan wacana itu hanya aka memperpanjang kegaduhan politik nasional,” katanya. ***

Berita Terkait

Deddy Sitorus Bicara Putusan MK soal Gibran, Singgung Hak Angket DPR
Ansufri Sambo Pimpin Partai Ummat, Kepengurusan Baru Siapkan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029
IPW Soroti Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Dinilai Melampaui Kewenangan
GKSR Usulkan Ambang Batas Parlemen 1 Persen, Nilai PT 5 Persen Bertentangan dengan Putusan MK
Prabowo Lantik Suahasil Nazar sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
HUT ke-25 Demokrat, AHY Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo
Ruslani Dapat Nomor Urut 3 di Pilkades Sukadanau, Usung Perubahan Total
AHY Dukung Prabowo Tutup Kebocoran Negara, Kekayaan yang Diselamatkan Harus Kembali ke Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Deddy Sitorus Bicara Putusan MK soal Gibran, Singgung Hak Angket DPR

Minggu, 27 September 2026 - 10:34 WIB

Ansufri Sambo Pimpin Partai Ummat, Kepengurusan Baru Siapkan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

Jumat, 25 September 2026 - 19:23 WIB

IPW Soroti Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Dinilai Melampaui Kewenangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:39 WIB

GKSR Usulkan Ambang Batas Parlemen 1 Persen, Nilai PT 5 Persen Bertentangan dengan Putusan MK

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

Prabowo Lantik Suahasil Nazar sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Berita Terbaru