RENTAK.ID – Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, melakukan peletakan batu pertama untuk revitalisasi Pasar Tematik Wisata Cheng Hoo di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pada 31 Januari 2024.
Mendag Zulkifli Hasan meyakini, pembangunan Pasar Tematik Wisata Cheng Hoo akan berdampak positif dalam pengembangan potensi wisata dan meningkatkan perekonomian Jawa Timur, terutama di Kabupaten Pasuruan.
Dalam acara tersebut, turut hadir Pj. Bupati Pasuruan Andriyanto, Plt. Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto, dan Staf Khusus Mendag Bidang Hubungan Antarlembaga Syailendra. Dalam sambutannya, Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa Pasar Tematik Wisata Cheng Hoo dirancang untuk memadukan unsur pasar, wisata, dan budaya. Tidak hanya sebagai tempat berbelanja, Pasar Cheng Hoo juga diharapkan akan menjadi pusat destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
Revitalisasi Pasar Tematik Wisata Cheng Hoo dibiayai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp60 miliar, dan diharapkan dapat menampung sebanyak 330 pedagang.
Selain Pasar Cheng Hoo, Kementerian Perdagangan juga akan membangun Pasar Tematik Wisata Jelajah Danau Ranau di Lampung Barat, dan empat unit Pasar Rakyat Tematik Wisata lainnya seperti Pasar Bunaken di Kota Manado, Sulawesi Utara; Pasar Ubud di Kabupaten Gianyar, Bali; Pasar Semarapura di Kabupaten Klungkung, Bali; dan Pasar Singamandhawa di Kabupaten Bangli, Bali.
Pasar Tematik Wisata Cheng Hoo terletak di jalur utama wisata Bromo, Tengger, dan Semeru serta potensi tempat wisata lainnya di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Diharapkan dengan jumlah wisatawan yang semakin bertambah ke Pasar Cheng Hoo, maka perlu dilakukan perbaikan penataan pasar dan fasilitas pendukungnya.
Pasar ini akan menampilkan etalase produk karya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Pasuruan, produk aneka makanan, tempat ibadah sebagai wisata religi, pusat informasi Kabupaten Pasuruan, serta panggung budaya. Semua fasilitas tersebut dibangun dengan standar pelayanan publik yang ramah disabilitas.
Diharapkan, revitalisasi Pasar Tematik Wisata Cheng Hoo akan menjadi daya tarik wisata baru, meningkatkan omzet pedagang, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan pun mengapresiasi Kementerian Perdagangan atas alokasi anggaran tersebut. Mereka meminta dukungan dan doa agar Pasar Wisata Cheng Hoo bisa selesai pada September 2024 dan memberikan dampak yang baik pada seluruh masyarakat.
Saat ini, kita tinggal menunggu dengan antusias bagaimana proyek Pasar Tematik Wisata Cheng Hoo akan berkembang menjadi destinasi wisata yang andal dan menarik bagi wisatawan lokal maupun internasional, sambil memajukan perekonomian di sekitar daerah Jawa Timur.













