Sebut Al Quran Bukan Kalam Allah, Panji Gumilang Pimpinan Al Zaytun Dikecam

- Penulis

Sabtu, 17 Juni 2023 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pondok Pesantren Al Zaytun. (ist)

Pondok Pesantren Al Zaytun. (ist)

RENTAK.ID – Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang terus menjadi hujatan publik. Pria yang sering dipanggil Panji Gumilang ini pernyataannya kerap kontroversi dan membuat kontra di masyarakat.

Pernyataan kontroversial terbarunya yaitu ucapannya terkait Al-Qur’an. Panji menyebut Al-Qur’an bukan kalamullah (Kalam Allah) melainkan cuma perkataan Nabi Muhammad SAW. Pernyataan ini diunggah dari akun TikTok herypatoeng pada Rabu (14/6/2023).

Terkait hal ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Moh. Mukri menilai pernyataan Panji Gumilang, kontra dengan ajaran Islam, khususnya golongan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang selama ini diikuti oleh mayoritas umat Islam di Indonesia.

“Pernyataan itu jelas telah meresahkan dan jauh dari sanad atau keilmuan yang diyakini oleh umat Islam yang mayoritas berada pada paham Ahlusunnah wal Jamaah,” benernya dikutip dari NU Online, Kamis (15/6/2023).

Terkait hal ini, Rektor Universitas NU Blitar Jawa Timur ini mengimbau kepada masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam dan warga NU agar tetap berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Melihat perkembangan informasi serta teknologi saat ini, berbagai paham keagamaan juga dapat dengan mudah tersebar melalui media. Maka umat Islam harus benar-benar selektif dalam memahami ajaran-ajaran yang dimuat di media.

“Perhatikan siapa yang menyampaikan dan dilihat sanad atau silsilah guru dan keilmuannya,” imbaunya.

Dalam hal ini, Pemerintah melalui kementerian Agama juga harus turun tangan agar keresahan di tengah masyarakat tidak memunculkan dampak-dampak negatif lainnya.

”Kalau dibiarkan ini bisa semakin resah ini masyarakat. Kita tidak ingin masyarakat mengambil tindakannya sendiri. Negara kita negara berdemokrasi, tetapi dilarang keras mengolok-olok, apalagi mengenai agama dan keyakinan,” ujarnya.

Selain pernyataan bahwa Al-Qur’an bukan kalamullah, panji Gumilang juga tercatat pernah mengemukakan beberapa kontroversi seperti bahasa yang digunakan oleh Allah, Indonesia tanah suci, rencana mendirikan pesantren Kristen.

Juga, Shalat Idul Fitri dengan shaf menyatu antara laki-laki dan perempuan, menyuruh santri menyanyikan Lagu Yahudi, dan adzan yang tak lazim, serta menyatakan dosa zina boleh ditebus dengan uang.***

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru