DPR Kritik Dana Santunan Korban GGAPA Lambat Disalurkan, Bisa Mengalami Kebutaan

- Penulis

Kamis, 30 November 2023 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasien gagal ginjal (ilustrasi/ist)

Pasien gagal ginjal (ilustrasi/ist)

RENTAK.ID – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, yang meminta pemerintah untuk segera menyalurkan dana santunan korban Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) kepada keluarga korban.

“Pemerintah mau menunggu apalagi? Kenapa proses penyalurannya lambat dan bertele-tele, padahal biaya pemulihan yang dikeluarkan pasien jalan terus,” ujarnya dalam keterangan medianya pada Kamis, (30/11/2023).

Berdasarkan laporan dari Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), masih ada seratusan anak kasus GGAPA yang dalam proses pemulihan, bahkan ditemukan satu kasus di antaranya yang mengalami kebutaan.

Menurut Netty, anak-anak dengan kasus GGAPA mengalami gangguan dan kendala pertumbuhan. “Pasien yang saya temui pertumbuhan badannya tidak normal, bahkan tidak bisa berbicara, duduk, dan harus menjalani fisioterapi,” katanya.

Netty juga mempertanyakan siapa yang akan menanggung biaya pemulihan para korban GGAPA, karena antar kementerian masih saling tunjuk siapa yang harus bertanggung jawab dalam mengeluarkan dana santunan.

Ia berharap proses yang bertele-tele ini tidak semakin memberatkan para korban GGAPA.

Menurut Netty, negara harus bisa menjadi jalan pengobatan dan pemulihan bagi para korban GGAPA. Negara juga seharusnya menjamin masa depan mereka yang rusak dan cacat akibat kelalaian pengawasan obat di lapangan.

“Jangan tenang-tenang saja seolah tidak ada masalah,” tutupnya.

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru