Puluhan Bangunan Liar yang Dijadikan Tempat Prostitusi di Tambora Dibongkar

- Penulis

Senin, 16 Oktober 2023 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Sabanyak sekitar 35 bangunan liar semi permanen di bantaran kali di Jalan Bandengan, Tambora, Jakarta Barat dilakukan pembongkaran oleh Satpol PP pada Senin (16/10/2023).

Tempat yang dilakukan pembongkaran milik PT KAI disinyalir merupakan tempat prostitusi berkedok tempat kopi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Barat Agus Irwanto, mengatakan pembongkaran bangunan liar itu bermula dari laporan masyarakat.

Puluhan bangunan liar yang berada di perbatasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara itu dinilai meresahkan lantaran kerap dijadikan tempat prostitusi.

“Hal ini terjadi karena adanya keluhan masyarakat baik Penjaringan maupun yang ada di Tambora terkait aktivitas yang masyarakat atau warga yang ada di Bandengan ini, jadi kegiatannya sangat melanggar aturan dan meresahkan masyarakat,” katanya kepada wartawan di lokasi, Senin (16/10/2023).

Ada sekira 35 bangunan liar semi permanen dibongkar petugas. Sebelum diratakan, para penghuni bangunan liar itu telah diberikan sosialisasi dan pemberitahuan.

“Mereka juga merasa mereka bukan berada di tempat yang tepat dan mereka tidak punya hak untuk bertahan sehingga juga kegiatan ini juga kondusif mereka membongkar sendiri bangunannya 3 hari, 4 hari yang lalu sudah kita berikan untuk melakukan pembongkaran sendiri barang-barang yang akan mereka selamatkan,” jelas Agus.

Dalam kegiatan pembongkaran tersebut tidak ada perlawanan dari penghuni bangunan liar. Bahkan beberapa diantaranya sudah siap dengan cara memindahkan barang-barang mereka secara mandiri.

Lebih jauh, Agus menututkan jika lahan yang sebelumnya menjadi bangunan liar milik PT KAI tersebut untuk sementara akan ditanami pohon agar terlihat hijau. 

Camat Tambora, Holi Susanto mengatakan lokasi tersebut akan ditanami pohon agar menjadi kawasan hijau.

“Insyaallah pasca ini sudah tidak ada (prostitusi). Kita doakan juga karna ini akan kita geotifikasi dari pihak KAI dengan penanaman pohon. Tapi kalo bangunan ini adalah pembatas PT KAI,” katanya.(***)

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru