BULOG Punya Stok 4,6 Juta Ton Beras, Siapkan Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Nataru

- Penulis

Rabu, 4 November 2026 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani paparkan bantuan untuk NTT (foto. bulog)

Dirut Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani paparkan bantuan untuk NTT (foto. bulog)

JAKARTA – Perum BULOG memastikan 4,6 juta ton stok beras yang tersebar di gudang seluruh Indonesia tetap terjaga kualitasnya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Dengan kapasitas penyimpanan mencapai 6,7 juta ton, BULOG masih memiliki ruang sekitar 2 juta ton untuk menyerap hasil panen petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.

Saat ini, tingkat keterisian gudang BULOG mencapai sekitar 70 persen. Kapasitas tersebut terdiri atas 3,2 juta ton gudang operasional dan 3,5 juta ton gudang sewa atau filial.

Ketersediaan ruang penyimpanan ini menjadi modal penting bagi BULOG untuk menjaga kesiapan pasokan, terutama menghadapi potensi peningkatan kebutuhan pangan selama periode Natal dan Tahun Baru.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa besarnya stok harus diimbangi dengan pengawasan mutu yang ketat. Sebab, kualitas beras menjadi bagian penting dari tanggung jawab perusahaan dalam mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

“Stok yang besar tidak berarti apa-apa jika mutunya tidak terjaga. Di balik setiap karung beras ada jerih payah petani dan amanah masyarakat. Karena itu setiap tahapan, dari penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran, harus dijalankan dengan disiplin, jujur, dan penuh tanggung jawab,” ujar Ahmad Rizal, Rabu  (4/11/2026)

Untuk memastikan kualitas beras tetap terjaga, petugas BULOG melakukan pemeriksaan fisik secara berkala, mengawasi kebersihan dan kondisi lingkungan gudang, serta mengendalikan administrasi persediaan agar data stok tetap akurat dan akuntabel.

Pengawasan juga mencakup upaya melindungi beras dari ancaman hama, kelembapan, dan perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi memengaruhi kualitas selama penyimpanan.

Ahmad Rizal mengatakan, pekerjaan petugas gudang yang tidak banyak terlihat masyarakat justru menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Setiap karung yang diperiksa, setiap gudang yang dijaga, dan setiap penyaluran yang dilaksanakan adalah bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Kepercayaan masyarakat harus kita buktikan melalui kerja nyata setiap hari,” tegasnya.

Dengan dukungan stok dan kapasitas penyimpanan tersebut, BULOG menyatakan siap menjalankan berbagai penugasan pemerintah, mulai dari stabilisasi pasokan dan harga pangan, penyaluran bantuan pangan, hingga pemenuhan kebutuhan darurat akibat bencana.

BULOG menegaskan pengawasan mutu, kedisiplinan, dan integritas seluruh jajaran akan terus diperkuat agar cadangan beras pemerintah tetap aman dan layak disalurkan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat serta menghargai hasil kerja keras petani.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Tak Cukup Lindungi PMI, Barantin-KP2MI Bidik Peluang Bisnis Setelah Mereka Pulang
Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:14 WIB

Tak Cukup Lindungi PMI, Barantin-KP2MI Bidik Peluang Bisnis Setelah Mereka Pulang

Rabu, 4 November 2026 - 08:04 WIB

BULOG Punya Stok 4,6 Juta Ton Beras, Siapkan Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Nataru

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WIB

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Berita Terbaru