Banjir Bandang Ancam Padang, Kementerian PU Siapkan Rp487 Miliar dan Bendung Penahan Sedimen

- Penulis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Batang Kuranji, Batang Air Dingin, Sumbar (foto. pu)

Sungai Batang Kuranji, Batang Air Dingin, Sumbar (foto. pu)

PADANG – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan dampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat. Selain menormalisasi sungai, pemerintah menyiapkan pembangunan check dam untuk menahan batu, kayu, dan sedimen dari hulu agar tidak kembali menerjang kawasan permukiman.

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau penanganan Sungai Batang Kuranji, Batang Air Dingin, dan Batang Guo, Senin (19/10/2026).

Ia menegaskan, pemulihan infrastruktur harus sekaligus memperkuat mitigasi bencana.

“Kementerian PU lebih fokus menyelesaikan normalisasi sungai dulu, agar kemudian check dam bisa terbangun dengan cepat. Kita berusaha memastikan ke depan yang turun dari hulu itu hanya air, tidak ada lagi batu maupun kayu,” kata Dody.

Menurut dia, pemeriksaan tim teknis menemukan tanggul alam di bagian hulu yang berpotensi jebol saat hujan deras dan melepaskan material dalam jumlah besar. Karena itu, tim Balai Teknik Sabo ditugaskan memeriksa kondisi hulu dan menyiapkan desain penanganan cepat.

Pembukaan tanggul alam dilakukan bertahap, bersamaan dengan normalisasi sungai. Pekerjaan normalisasi menargetkan pengangkatan sekitar 24.000 meter kubik pasir dan sedimen.

“Kalaupun kejadian yang sama berulang, saya mengharapkan yang turun hanya air, sementara material lainnya tetap tertahan di atas,” ujar Dody.

Anggaran Penanganan Tiga Sungai Rp487,37 Miliar

Program rehabilitasi dan rekonstruksi direncanakan berlangsung pada 2026–2028 dengan total anggaran sekitar Rp487,37 miliar.

Rinciannya, Rp249,56 miliar untuk Batang Kuranji, Rp162,81 miliar untuk Batang Air Dingin, dan Rp75 miliar untuk Batang Guo.

Pekerjaan mencakup pembangunan check dam, tanggul, pelindung tebing sungai, kantong penampung sedimen, serta perbaikan alur sungai. Khusus Batang Guo, penanganan dilakukan sepanjang 450 meter dengan kapasitas tampungan 6.400 meter kubik.

Kementerian PU berharap kombinasi normalisasi dan pengendalian sedimen dari hulu tidak hanya memulihkan infrastruktur yang rusak, tetapi juga mengurangi risiko banjir bandang susulan di Kota Padang.

Penulis : amanda az

Editor : ami

Berita Terkait

Indonesia Punya 17.343 Pulau Kecil, Baru 1.349 yang Sudah Bersertipikat
LKBH HMI Desak Menag Evaluasi Sekjen Kemenag, Polemik UINSA Ikut Disorot
Bukan Cuma Karhutla, Mendes Yandri Soroti Sengketa Lahan hingga Koperasi Desa
Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh
Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Indonesia Punya 17.343 Pulau Kecil, Baru 1.349 yang Sudah Bersertipikat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:21 WIB

LKBH HMI Desak Menag Evaluasi Sekjen Kemenag, Polemik UINSA Ikut Disorot

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Bukan Cuma Karhutla, Mendes Yandri Soroti Sengketa Lahan hingga Koperasi Desa

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Berita Terbaru