Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh

- Penulis

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pulihkan Infrastruktur Sanitasi di 7 Kabupaten Terdampak Bencana Aceh. (foto. pu)

Pulihkan Infrastruktur Sanitasi di 7 Kabupaten Terdampak Bencana Aceh. (foto. pu)

JAKARTA – Pemulihan pascabencana di Aceh tak hanya menyasar jalan dan bangunan, tetapi juga fasilitas pengelolaan sampah. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat rehabilitasi tujuh tempat pemrosesan akhir (TPA) di Aceh agar layanan persampahan kembali normal dan risiko pencemaran lingkungan bisa ditekan.

Tujuh TPA yang dibenahi tersebar di Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bireuen, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada akhir November 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemulihan pascabencana harus memastikan masyarakat kembali memperoleh layanan dasar.

“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” kata Dody, Senin (19/10/2026).

Pekerjaan meliputi penambahan kapasitas penampungan sampah, pembangunan instalasi pengolahan air lindi, perbaikan jalan akses, serta pembangunan fasilitas pendukung.

Salah satu lokasi prioritas adalah TPA Teupin Keubeu di Aceh Utara. Fasilitas ini melayani sekitar 641 ribu jiwa di 25 kecamatan, dengan volume sampah mencapai 85 ton per hari.

Sementara itu, rehabilitasi TPA Kampung Durian di Aceh Tamiang dilaporkan hampir rampung. Pekerjaan mencakup pembangunan sel landfill seluas 1,1 hektare, instalasi pengolahan air lindi, dan peningkatan jalan akses sepanjang satu kilometer.

Perbaikan juga dilakukan di TPA Blang Beururu di Bireuen, Blang Awe di Pidie Jaya, Uwer Tetemi di Aceh Tengah, Selamat Indah di Aceh Tenggara, serta Lhok Tujoh di Aceh Timur.

Kepala BPBPK Aceh Tommy Permadhi mengatakan, percepatan pekerjaan dilakukan agar fasilitas sanitasi kembali berfungsi dengan kapasitas lebih baik.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pekerjaan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan dan target, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” ujar Tommy.

Kementerian PU memastikan pelaksanaan pekerjaan terus dipantau dengan memperhatikan kualitas konstruksi dan keberlanjutan fungsi fasilitas. Pemulihan tujuh TPA ini diharapkan memperlancar layanan persampahan sekaligus menjaga lingkungan di wilayah Aceh yang terdampak bencana.

Penulis : amanda az

Editor : ami

Berita Terkait

Bukan Cuma Karhutla, Mendes Yandri Soroti Sengketa Lahan hingga Koperasi Desa
Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Bukan Cuma Karhutla, Mendes Yandri Soroti Sengketa Lahan hingga Koperasi Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Berita Terbaru