JAKARTA – Pemulihan pascabencana di Aceh tak hanya menyasar jalan dan bangunan, tetapi juga fasilitas pengelolaan sampah. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat rehabilitasi tujuh tempat pemrosesan akhir (TPA) di Aceh agar layanan persampahan kembali normal dan risiko pencemaran lingkungan bisa ditekan.
Tujuh TPA yang dibenahi tersebar di Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bireuen, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada akhir November 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pemulihan pascabencana harus memastikan masyarakat kembali memperoleh layanan dasar.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” kata Dody, Senin (19/10/2026).
Pekerjaan meliputi penambahan kapasitas penampungan sampah, pembangunan instalasi pengolahan air lindi, perbaikan jalan akses, serta pembangunan fasilitas pendukung.
Salah satu lokasi prioritas adalah TPA Teupin Keubeu di Aceh Utara. Fasilitas ini melayani sekitar 641 ribu jiwa di 25 kecamatan, dengan volume sampah mencapai 85 ton per hari.
Sementara itu, rehabilitasi TPA Kampung Durian di Aceh Tamiang dilaporkan hampir rampung. Pekerjaan mencakup pembangunan sel landfill seluas 1,1 hektare, instalasi pengolahan air lindi, dan peningkatan jalan akses sepanjang satu kilometer.
Perbaikan juga dilakukan di TPA Blang Beururu di Bireuen, Blang Awe di Pidie Jaya, Uwer Tetemi di Aceh Tengah, Selamat Indah di Aceh Tenggara, serta Lhok Tujoh di Aceh Timur.
Kepala BPBPK Aceh Tommy Permadhi mengatakan, percepatan pekerjaan dilakukan agar fasilitas sanitasi kembali berfungsi dengan kapasitas lebih baik.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pekerjaan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan dan target, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” ujar Tommy.
Kementerian PU memastikan pelaksanaan pekerjaan terus dipantau dengan memperhatikan kualitas konstruksi dan keberlanjutan fungsi fasilitas. Pemulihan tujuh TPA ini diharapkan memperlancar layanan persampahan sekaligus menjaga lingkungan di wilayah Aceh yang terdampak bencana.
Penulis : amanda az
Editor : ami






