Proyek Rp1,2 Triliun Dimulai, PPN Pengambengan Ditargetkan Serap 25 Ribu Pekerja

- Penulis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Bali. (Foto.KKP)

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Bali. (Foto.KKP)

JEMBRANA – Pemerintah mulai mengembangkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Bali, menjadi kawasan industri perikanan modern dan terintegrasi.

Proyek Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) senilai sedikitnya Rp1,2 triliun itu ditandai peletakan batu pertama pada Selasa (29/9). Pengembangannya diproyeksikan membuka peluang kerja hingga 25 ribu orang.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta peluang kerja tersebut diprioritaskan bagi masyarakat Bali.

“Diprediksi kira-kira sekitar 25 ribu orang. Saya minta sebaiknya pelaku yang bekerja di sini orang Bali, supaya mereka mendapat pekerjaan, dilatih dan dididik dengan baik,” ujar Trenggono.

PPN Pengambengan juga disiapkan untuk mendukung aktivitas kapal-kapal besar, termasuk kapal penangkap tuna yang selama ini beraktivitas di Pelabuhan Benoa.

Trenggono mengatakan pembangunan kawasan harus terintegrasi dengan industri perikanan modern dan pariwisata.

“Selain menjadi bagian dari pengembangan ekonomi, kawasan ini diharapkan menggabungkan industri perikanan modern dengan pariwisata,” katanya.

Bagi nelayan lokal, pengembangan pelabuhan diharapkan menjadi solusi saat musim paceklik.

Anan, nelayan kapal selerek yang telah 11 tahun melaut, mengatakan fasilitas seperti cold storage dan perbaikan kapal dapat membuka pekerjaan alternatif ketika nelayan tidak bisa melaut.

“Tidak perlu menganggur sekian lama ketika musim paceklik ikan. Ada lapangan pekerjaan, khususnya untuk penduduk lokal,” ujarnya.

Nelayan lainnya, I Ketut Sumajaya, menyebut pembangunan pelabuhan modern sudah dinantikan sejak 2020. Selama ini, pendangkalan kolam labuh menyulitkan proses bongkar muat ikan.

“Kami berharap dengan adanya pelabuhan modern, nelayan lebih mudah melakukan bongkar muat dan mendistribusikan ikan ke pabrik maupun pengepul,” kata Sumajaya.

Berita Terkait

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Said Iqbal Soroti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh
Tiga Tahun Tragedi Gaza, Sukamta: Jangan Bangun Gaza tapi Palestina Hilang
UU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Yoga Duwarto: Jangan Lagi Ganti Aturan Setiap Ganti Menteri
Slamet Minta BRAN Gerak Cepat, Konflik Agraria Jangan Dibiarkan Berlarut
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Selangkah Lagi Jadi UU, Pemerintah Setuju Dibawa ke Paripurna
Mukhtarudin Bertemu Menteri SDM Malaysia, Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Usai Sertijab, Dudung Bicara Pesan Prabowo soal Politik dan Keamanan
Listrik Padam karena Pohon, Ateng Sutisna Dorong PLN Percepat Kabel Bawah Tanah

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:41 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Said Iqbal Soroti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:37 WIB

UU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Yoga Duwarto: Jangan Lagi Ganti Aturan Setiap Ganti Menteri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Slamet Minta BRAN Gerak Cepat, Konflik Agraria Jangan Dibiarkan Berlarut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:16 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Selangkah Lagi Jadi UU, Pemerintah Setuju Dibawa ke Paripurna

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Mukhtarudin Bertemu Menteri SDM Malaysia, Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Berita Terbaru