JAKARTA — Informasi beasiswa di Indonesia masih tersebar di berbagai kanal, meski program yang tersedia cukup beragam. Untuk memudahkan masyarakat mengaksesnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong pemanfaatan SatuBeasiswa Indonesia sebagai platform informasi beasiswa terpusat.
Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam Sarasehan Mitra Beasiswa SatuBeasiswa Indonesia di kantor Kemdiktisaintek, Rabu (16/9/2026).
Brian mengatakan, program beasiswa saat ini berasal dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, lembaga filantropi, perusahaan, hingga pemerintah negara sahabat. Namun, informasi yang tersebar membuat peluang tersebut belum sepenuhnya menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Untuk menjawab persoalan ini, kami menghadirkan SatuBeasiswa Indonesia. Informasi beasiswa dari seluruh mitra kita satukan dalam satu wadah, sehingga dapat menjangkau calon penerima di seluruh Indonesia, baik di kota besar maupun di pelosok negeri,” ujar Brian.
Berdasarkan data per 15 September 2026, SatuBeasiswa Indonesia telah mencatat 71 program beasiswa yang tayang secara publik dengan total pendanaan sekitar Rp16,37 triliun. Program tersebut mencakup lebih dari 853 ribu penerima manfaat dari total kuota sekitar 1,22 juta orang.
Platform ini juga telah menghimpun 465 jenis beasiswa, terdiri atas 340 dari mitra filantropi, 54 pemerintah daerah, 27 pemerintah pusat, 27 perusahaan, dan 17 perguruan tinggi.
“Data ini menunjukkan hal yang patut kita syukuri. Mitra filantropi menjadi kontributor jenis beasiswa terbanyak, yang menandakan besarnya kepedulian masyarakat terhadap pendidikan anak bangsa,” kata Brian.
Kemdiktisaintek berharap SatuBeasiswa Indonesia dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus membantu meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi. APK yang mencapai 32,89 persen pada 2025 ditargetkan meningkat menjadi 34,92 persen pada 2026 dan 60 persen pada 2045.
Kehadiran lebih banyak mitra di platform tersebut juga diharapkan memperluas jangkauan informasi beasiswa sekaligus membantu pemerintah memetakan kebutuhan bantuan pendidikan secara lebih akurat.
Sarasehan ini diikuti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pemerintah negara sahabat, perguruan tinggi, lembaga filantropi, perusahaan, serta mahasiswa penerima KIP Kuliah.
Penulis : lazir
Editor : ameri












