4.025 Guru Ikuti MODULAR SMA 2026, 362 Konten Digital Siap Dipakai Murid

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MODULAR Summit 2026 (kemendikdasmen)

MODULAR Summit 2026 (kemendikdasmen)

BOGOR — Transformasi digital di sekolah kini tak cukup hanya dengan menghadirkan perangkat teknologi di ruang kelas. Guru juga dituntut mampu mengubah teknologi menjadi pengalaman belajar yang menarik, interaktif, dan dekat dengan kehidupan murid.

Pesan tersebut mengemuka dalam MODULAR Summit 2026 yang digelar Direktorat Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di Kabupaten Bogor, Kamis (20/8/2026).

Program MODULAR (Membuat Konten Digital untuk Pembelajaran) SMA 2026 menjadi wadah bagi pendidik untuk mengembangkan berbagai konten pembelajaran digital, mulai dari Media Pembelajaran Interaktif (MPI), gim edukasi, laboratorium maya hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI).

MODULAR Summit 2026 dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat. Ia menilai digitalisasi pendidikan harus diarahkan untuk memperkuat kualitas proses belajar, bukan sekadar memindahkan materi dari buku ke layar.

Menurut Atip, karakter murid SMA yang sebagian besar merupakan digital natives, terutama Generasi Z dan Generasi Alpha, membuat pendekatan pembelajaran harus ikut beradaptasi.

“Seiring pesatnya arus informasi, transformasi digital di dunia pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak, keniscayaan agar kualitas pembelajaran nasional tetap berkualitas, relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” kata Atip.

Ia menjelaskan, pemerintah terus memperkuat ekosistem pendidikan digital melalui penyediaan sarana dan prasarana teknologi, salah satunya Papan Interaktif Digital (PID).

Namun, keberadaan perangkat teknologi tersebut, kata dia, tidak otomatis membuat pembelajaran menjadi lebih baik. Dibutuhkan perubahan cara pandang pendidik dalam menggunakan teknologi di kelas.

“Hakikat digitalisasi bukan sebatas menghadirkan perangkat teknologi atau memindahkan teks buku ke layar monitor. Melainkan mengubah paradigma mengajar agar lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada murid,” tegasnya.

Guru Tetap Jadi Aktor Utama

Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, Atip menegaskan bahwa teknologi tidak akan menggantikan peran pendidik. Justru, teknologi harus menjadi alat bantu bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif dan kreatif.

“Pendidik tetap menjadi aktor utama yang tak tergantikan. Posisi pendidik sebagai educator itu, dia tidak tergantikan dengan teknologi,” ujarnya.

Karena itu, ia mengapresiasi MODULAR SMA 2026 yang tidak berhenti pada pelatihan penggunaan teknologi. Program tersebut juga mendorong guru menghasilkan karya digital yang bisa digunakan langsung dalam proses pembelajaran.

“Guru bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menjadi pencipta konten pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid,” kata Atip.

Menurutnya, kemampuan tersebut semakin penting seiring berkembangnya AI. Guru dan murid perlu memiliki kecakapan untuk memahami, menilai, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan tepat sasaran.

Perkembangan teknologi juga dinilai membuka peluang baru, termasuk munculnya jenis pekerjaan yang sebelumnya belum ada. Salah satunya adalah peluang bagi pendidik untuk mengembangkan diri sebagai kreator konten pembelajaran digital.

4.025 Peserta Ikuti Program MODULAR

Direktur Sekolah Menengah Atas Yuli Haryanto mengatakan, Program MODULAR SMA 2026 mendapat antusiasme tinggi dari para pendidik.

Sebanyak 4.025 peserta mengikuti program tersebut melalui lima sesi pendampingan. Dari proses pendampingan dan seleksi, sebanyak 692 peserta menghasilkan 2.052 konten pembelajaran digital.

Selanjutnya, 874 konten dinyatakan lolos ke tahap penilaian. Dari proses tersebut, ditetapkan 200 peserta yang berhak mengikuti MODULAR Summit 2026.

Pada tahap finalisasi, peserta terpilih menghasilkan 362 konten pembelajaran digital. Konten tersebut selanjutnya akan diunggah dan dimanfaatkan melalui platform Ruang Murid.

“Program MODULAR kami rancang agar pendidik tidak hanya memahami teknologi, tetapi mampu menghasilkan konten pembelajaran yang dapat memberikan manfaat nyata bagi murid,” ujar Yuli.

MODULAR Summit 2026 sendiri diikuti 200 peserta. Sebanyak 100 peserta hadir secara luring, sementara 100 peserta lainnya mengikuti kegiatan secara daring.

Kegiatan tersebut juga melibatkan fasilitator, kurator, validator, praktisi pendidikan serta 11 mitra pembelajaran.

Konten Digital Diminta Tak Berhenti di Summit

Atip berharap karya yang lahir dari Program MODULAR tidak berhenti setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Konten yang telah dibuat perlu dimanfaatkan secara luas dan dikembangkan sesuai kebutuhan pembelajaran di berbagai satuan pendidikan.

Ia juga meminta peserta MODULAR Summit 2026 menjadi penggerak transformasi digital di lingkungan masing-masing.

“Sekembalinya dari summit ini, para peserta diemban mandat untuk menjadi inisiator yang aktif mengimbaskan ilmu dan keterampilannya pada pendidik lainnya, pada rekan sejawat, pada para kolega, di satuan pendidikan internal maupun di satuan pendidikan eksternal di wilayah masing-masing,” pungkas Atip.

Kemendikdasmen berharap penguatan kapasitas guru berjalan seiring dengan perluasan akses teknologi. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BBPMP/BPMP, satuan pendidikan, dan mitra pembelajaran dinilai penting untuk membangun ekosistem pendidikan digital yang berkelanjutan.

Dengan demikian, digitalisasi pendidikan tidak sekadar menghadirkan perangkat baru di ruang kelas, tetapi benar-benar melahirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, kolaboratif, dan berpusat pada murid.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai
Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan
SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga
PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan
Sekolah di Yogyakarta Perkuat Literasi dan Numerasi Lewat STEM Berbasis PISA
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
Dua Ruang Kelas Roboh Akibat Gempa Nagekeo, Guru SD Katolik Doki Tak Berhenti Mengajar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:08 WIB

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai

Rabu, 16 September 2026 - 15:09 WIB

Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan

Rabu, 16 September 2026 - 14:01 WIB

SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga

Rabu, 16 September 2026 - 10:23 WIB

PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Minggu, 13 September 2026 - 08:15 WIB

200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan

Berita Terbaru