Kemendikdasmen Raih Popular Government Institution Award 2026, Abdul Mu’ti Tekankan Pentingnya Komunikasi Empatik

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemendikdasmen meraih Popular Government Institution Award 2026 (foto. kemedikdasmen)

Kemendikdasmen meraih Popular Government Institution Award 2026 (foto. kemedikdasmen)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali mencatat prestasi di bidang komunikasi publik dengan meraih Popular Government Institution Award 2026 pada ajang 7th Indonesia Public Relations Summit (IPRS) 2026 yang digelar The Iconomics di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Kemendikdasmen membangun komunikasi publik yang dinilai aktif, adaptif, informatif, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Usai menerima penghargaan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa komunikasi publik memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat persatuan bangsa. Menurutnya, forum Indonesia Public Relations Summit menjadi ruang strategis untuk memperkuat kualitas komunikasi di tengah derasnya arus informasi digital.

“Ajang seperti Indonesia Public Relations Summit memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong komunikasi publik yang lebih berkualitas. Narasi yang kita bangun di ruang publik harus mencerminkan keadaban, empati, dan mampu memperkuat persatuan bangsa,” kata Abdul Mu’ti.

Dalam paparannya, Abdul Mu’ti menilai tantangan komunikasi saat ini tidak lagi sebatas menyampaikan informasi secara cepat. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana informasi tersebut mampu membangun pemahaman sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik.

Di tengah derasnya informasi yang membanjiri berbagai platform digital, setiap orang kini dapat menjadi produsen sekaligus penyebar informasi. Karena itu, menurutnya, para komunikator publik harus mampu memilah mana informasi yang hanya memicu kegaduhan dan mana yang benar-benar memberikan masukan konstruktif bagi penyusunan kebijakan.

“Kita harus mampu membedakan antara noise dan voice. Mana yang sekadar kegaduhan untuk menarik perhatian dan mana yang benar-benar menjadi suara substantif yang dapat menjadi masukan dalam pengambilan kebijakan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa maraknya misinformasi dan disinformasi menjadi tantangan serius yang harus dijawab dengan komunikasi berbasis akurasi, integritas, serta tanggung jawab.

Menurut Abdul Mu’ti, komunikasi yang baik tidak boleh dibangun dengan mengeksploitasi kondisi seseorang, melainkan harus mengedepankan penghormatan terhadap martabat setiap individu. Budaya berbahasa yang santun juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter bangsa, termasuk di lingkungan pendidikan.

“Bahasa menunjukkan bangsa. Karena itu kami terus mendorong masyarakat menggunakan bahasa yang empatik serta menghadirkan ekspresi di ruang publik yang mencerminkan kesantunan dan rasa hormat kepada orang lain. Nilai-nilai seperti ini harus kita bangun dan perluas bersama,” ujarnya.

Selain kemampuan menyampaikan pesan (how to deliver), Abdul Mu’ti menekankan pentingnya kemampuan mendengarkan secara mendalam (deep listening). Menurutnya, seorang komunikator yang baik tidak hanya piawai berbicara, tetapi juga mampu memahami pesan, gestur, dan makna yang disampaikan lawan bicara.

“Menjadi pembicara yang baik memang penting dan banyak diajarkan. Namun menjadi pendengar yang baik, sabar mendengarkan setiap kata, memahami setiap gestur, lalu menangkap makna yang disampaikan, tidak selalu mudah. Komunikasi empatik bukan hanya soal how to deliver, tetapi juga how to listen atau kemampuan mendengar secara mendalam,” tutur Abdul Mu’ti.

Ia berharap para praktisi komunikasi, insan media, dan humas terus menghadirkan narasi yang mencerahkan, memperkuat budaya dialog yang santun, serta menciptakan ruang digital yang sehat sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik semakin meningkat.

Sementara itu, Founder dan CEO The Iconomics, Bram S. Putro, menjelaskan bahwa 7th Indonesia Public Relations Summit 2026 mengangkat tema “Komunikasi Empati, Narasi, dan Strategi” sebagai respons terhadap dinamika komunikasi di era keterbukaan informasi.

Menurut Bram, empati kini menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan yang sehat antara institusi dengan masyarakat.

“Komunikasi empati bukan sekadar teknik, melainkan filosofi interaksi. Di era transparansi yang semakin terbuka, empati menjadi modal utama untuk membangun kepercayaan publik, mengelola krisis, dan menciptakan hubungan yang bermakna. Karena itu, komunikasi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar narasi,” ujar Bram.

Penghargaan yang diterima Kemendikdasmen menjadi pengakuan atas upaya institusi tersebut dalam membangun komunikasi publik yang tidak hanya cepat dan informatif, tetapi juga mengedepankan empati, integritas, dan kedekatan dengan masyarakat sebagai bagian dari pelayanan publik yang berkualitas.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Berita Terbaru