Hun Many Ingin Belajar Pancasila, Megawati: Nilainya Layak Diterapkan di Dunia

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Deputi Perdana Menteri Kamboja, Hun Many (dok. pdip)

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Deputi Perdana Menteri Kamboja, Hun Many (dok. pdip)

JAKARTA – Ideologi Pancasila kembali mendapat perhatian dari dunia internasional. Kali ini, apresiasi datang dari Deputi Perdana Menteri Kamboja, Hun Many, yang menilai nilai-nilai Pancasila layak menjadi inspirasi bagi masyarakat global dalam membangun kehidupan yang harmonis dan damai.

Pandangan tersebut disampaikan Hun Many saat melakukan pertemuan dengan Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri, di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026) petang.

Dalam suasana yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, Hun Many mengaku ingin mempelajari lebih dalam bagaimana Indonesia mampu menjaga eksistensi Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman kehidupan berbangsa.

“Saya tertarik dengan ideologi Pancasila dan ingin mendapat pelajaran bagaimana ideologi Pancasila bisa dipertahankan dan diterapkan di Indonesia,” ujar Hun Many.

Menanggapi ketertarikan tersebut, Megawati langsung membagikan lembaran berisi lima sila Pancasila kepada seluruh delegasi Kamboja. Ia kemudian menjelaskan filosofi serta relevansi Pancasila dalam menjawab berbagai tantangan global.

Menurut Megawati, Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga nilai universal yang dapat menjadi rujukan dalam membangun perdamaian dan kehidupan yang saling menghormati.

“Saya sering diundang berbicara di forum internasional dan selalu memperkenalkan ideologi Pancasila. Termasuk ketika menghadiri Forum Zayed Award di Abu Dhabi. Saya percaya Pancasila memiliki nilai-nilai yang dapat menjadi inspirasi bagi dunia,” tutur Megawati.

Penjelasan Megawati mengenai sejarah, filosofi, hingga penerapan Pancasila di Indonesia disimak dengan penuh perhatian oleh Hun Many beserta rombongan.

Kenang Persahabatan Indonesia-Kamboja

Percakapan kemudian berlanjut pada hubungan historis Indonesia dan Kamboja. Megawati mengenang kedekatannya dengan mendiang Raja Norodom Sihanouk serta ayah Hun Many, Hun Sen, yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri Kamboja.

Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya atas tragedi kemanusiaan yang pernah dialami rakyat Kamboja pada masa rezim Khmer Merah.

“Saya selalu sedih ketika mengingat Kamboja karena begitu banyak penderitaan yang dialami masyarakat pada masa pemerintahan Khmer Merah,” kata Megawati.

Hun Many membenarkan besarnya dampak tragedi tersebut.

“Pada masa pemerintahan Khmer Merah, sekitar tiga juta orang meninggal dunia. Itu menjadi bagian kelam dalam sejarah bangsa kami,” ungkapnya.

Apresiasi Peran Indonesia dalam Perdamaian Kamboja

Dalam kesempatan itu, Hun Many juga menyampaikan penghargaan kepada Indonesia atas kontribusinya dalam mengakhiri konflik berkepanjangan di Kamboja.

Ia menilai peran Indonesia melalui Jakarta Informal Meeting (JIM) I pada Juli 1988, JIM II pada Februari 1989, hingga lahirnya Perjanjian Perdamaian Paris 1991, menjadi tonggak penting bagi terciptanya perdamaian di negaranya.

Hun Many mengakui diplomasi yang dipimpin Menteri Luar Negeri Indonesia saat itu, Ali Alatas, menjadi salah satu faktor penting dalam proses rekonsiliasi nasional Kamboja.

Pertemuan Sarat Nuansa Kekeluargaan

Megawati mengungkapkan bahwa dirinya sudah cukup lama tidak bertemu dengan Hun Sen. Ia mengingat kembali pertemuan terakhir mereka pada Desember 2010 ketika menerima Lifetime Achievement Award dari International Conference on Asian Political Parties (ICAPP) yang diserahkan langsung oleh Hun Sen.

“Pertemuan kali ini bukan sekadar pertemuan biasa. Pertemuan ini menghidupkan kembali kenangan atas hubungan yang selama ini terjalin dengan penuh rasa kekeluargaan,” ujar Megawati.

Di sela perbincangan, Megawati sempat menanyakan usia Hun Sen.

Hun Many menjawab bahwa ayahnya akan genap berusia 74 tahun pada 5 Agustus mendatang.

Mendengar jawaban tersebut, Megawati tersenyum.

“Oh, beliau lebih muda dari saya. Tahun depan saya genap berusia 80 tahun. Senang sekali bisa bertemu dengan Deputi Perdana Menteri Kamboja,” ucap Megawati.

Menutup pertemuan, Hun Many berjanji akan menyampaikan seluruh isi pembicaraan beserta salam hangat Megawati kepada Hun Sen.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Duta Besar Kamboja untuk Indonesia Tean Samnang beserta delegasi. Sementara Megawati didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Puti Guntur Soekarno, Anggota DPR RI Hendra Rahtomo, serta Dewan Pakar Strategi Hubungan Luar Negeri Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Darmansjah Djumala.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Deddy Sitorus Bicara Putusan MK soal Gibran, Singgung Hak Angket DPR
Ansufri Sambo Pimpin Partai Ummat, Kepengurusan Baru Siapkan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029
IPW Soroti Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Dinilai Melampaui Kewenangan
GKSR Usulkan Ambang Batas Parlemen 1 Persen, Nilai PT 5 Persen Bertentangan dengan Putusan MK
Prabowo Lantik Suahasil Nazar sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
HUT ke-25 Demokrat, AHY Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo
Ruslani Dapat Nomor Urut 3 di Pilkades Sukadanau, Usung Perubahan Total
AHY Dukung Prabowo Tutup Kebocoran Negara, Kekayaan yang Diselamatkan Harus Kembali ke Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Deddy Sitorus Bicara Putusan MK soal Gibran, Singgung Hak Angket DPR

Minggu, 27 September 2026 - 10:34 WIB

Ansufri Sambo Pimpin Partai Ummat, Kepengurusan Baru Siapkan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

Jumat, 25 September 2026 - 19:23 WIB

IPW Soroti Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Dinilai Melampaui Kewenangan

Jumat, 18 September 2026 - 14:39 WIB

GKSR Usulkan Ambang Batas Parlemen 1 Persen, Nilai PT 5 Persen Bertentangan dengan Putusan MK

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

Prabowo Lantik Suahasil Nazar sebagai Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Berita Terbaru