RENTAK.ID – Aktor Jonathan Frizzy membagikan pengalaman yang dialaminya selama menjalani masa tahanan terkait kasus vape yang mengandung obat keras berisi zat etomidate. Dalam sebuah podcast, ia mengaku menghadapi kondisi penjara yang menurutnya sangat berat dan meninggalkan trauma.
Berbicara di podcast Billy’s Coffee Table, Jonathan mengisahkan harus menjalani kehidupan di dalam sel yang dihuni puluhan tahanan dengan kondisi yang sangat padat. Menurutnya, keterbatasan ruang membuat para penghuni harus mencari cara agar tetap bisa beristirahat.
“Tidurnya, tiduran tidur posisi yang pertama. Yang posisi kedua tiduran duduk. Posisi ketiga tiduran berdiri. Karena nggak ada tempat sudah,” kata Jonathan Frizzy.
Selain kepadatan penghuni, Jonathan Frizzy juga menyoroti minimnya fasilitas sanitasi di dalam sel. Ia mengaku kesulitan untuk mandi maupun menggunakan toilet karena hanya tersedia satu kamar mandi yang digunakan bersama oleh sekitar 70 orang.
“Tujuh puluh orang, kamar mandi satu satu saja. Itu aku gak bisa mandi, gak bisa ngapa-ngapain, gak bisa buang apa semuanya gak bisa di sana. Gila ini neraka apa yang Tuhan kasih sih gitu,” kenangnya.
Jonathan juga menceritakan pengalaman yang paling membekas terkait kondisi makanan di dalam penjara. Ia mengaku pernah melihat tikus berada di tempat penyimpanan makanan sebelum makanan tersebut dibagikan kepada para tahanan.
“Tuh lihat di depan, lagi dimakanin tikus. Terus dibawa masuk, mereka makan. Aku gak makan, cuma aku nangis,” ungkapnya.
Jonathan Frizzy diketahui terjerat kasus penyalahgunaan vape yang mengandung obat keras dengan zat etomidate pada Mei 2025. Dalam putusan yang dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang pada 22 Oktober 2025, ia dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman delapan bulan penjara.
Setelah menjalani sebagian masa hukumannya, Jonathan memperoleh program Cuti Bersyarat (CB) dari Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. Ia resmi menghirup udara bebas pada 7 Januari 2026. ***






