Sigit Wardana Rilis Mini Album Bertajuk “Eksisten!”

- Penulis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Tetap menjadi vokalis Base Jam tak membuat Sigit Wardana berhenti mengeksplorasi perjalanan musiknya sebagai penyanyi solo. Musisi ini baru saja meluncurkan mini album ketiganya bertajuk Eksisten! melalui intimate showcase di GLAMZ Antasari, Jakarta, Senin 12 Oktober 2026.

Salah satu hal menarik dari EP tersebut adalah pembaruan lagu Bis Kota, karya Pamungkas NM dan Teddy Sudjaya yang pernah dipopulerkan Achmad Albar, vokalis band rock God Bless. Tak hanya mengubah aransemen dari versi aslinya yang bernuansa rock, Sigit Wardana juga menyesuaikan sebagian lirik agar lebih sesuai dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Dalam versi aslinya, terdapat penggalan lirik, “memang susah jadi orang yang tak punya kemanapun naik bis kota”. Sigit Wardana menilai, penggambaran transportasi umum dalam lirik tersebut perlu disesuaikan dengan perubahan zaman.

Menurutnya, naik bus kota atau Transjakarta kini bukan semata-mata pilihan bagi orang yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Transportasi umum juga menjadi alternatif yang nyaman untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

“Ya, dari lirik aslinya ada kalimat ‘memang susah jadi orang yang tak punya kemanapun naik bis kota’, menurut gue untuk zaman sekarang udah gak relevan, karena dulu naik kendaraan umum adalah pilihan orang yang ekonomi sulit karena nggak naik kendaraan pribadi. Situasinya sudah berubah, justru sekarang orang naik bis kota atau busway Transjakarta juga pilihan transportasi umum adalah pilihan yang nyaman. Aku ajukan dulu ke Mas Pamungkas dan setelah dia bilang ok baru kita mulai. Liriknya jadi ‘memang susah tapi ku tetap bahagia naik bis kota’,” jelas Sigit Wardana.

Perubahan lirik tersebut dilakukan setelah Sigit mengajukannya kepada Pamungkas NM dan memperoleh persetujuan. Baginya, pembaruan lagu lama bukan sekadar menghadirkan aransemen berbeda, tetapi juga memberikan konteks yang lebih dekat dengan realitas pendengar masa kini.

Eksisten! Jadi Penegasan Perjalanan Musik Sigit
EP Eksisten! telah dirilis dan tersedia di berbagai platform musik digital sejak Agustus 2026. Mini album ini memuat lima lagu, yakni Bis Kota, Saat Bahagia, Luka Tak Berdarah, Oh Tak Mungkin, dan Ramadan Raya.

Dari lima lagu tersebut, tiga merupakan lagu remake, sedangkan dua lainnya adalah materi baru. Perpaduan ini menjadi bagian dari eksplorasi Sigit dalam mengembangkan identitasnya sebagai penyanyi solo di luar aktivitasnya bersama Base Jam.

Sigit Wardana mengungkapkan, ide awal proyek tersebut sebenarnya berangkat dari keinginannya membuat album yang seluruh materinya berisi lagu-lagu lama yang diaransemen ulang.

“Mulanya memang ada keinginan membuat satu album penuh atau EP yang isinya lagu-lagu remake. Ide ini semacam penghargaan gue kepada lagu-lagu tersebut yang sudah lama mewarnai hidup gue baik sebagai musisi juga sebagai masyarakat biasa,” tuturnya.

Namun, proses pengerjaannya tidak berjalan sepenuhnya sesuai rencana. Sejumlah lagu yang ingin dihadirkan belum bisa direalisasikan meskipun komunikasi dengan pihak terkait telah dilakukan.

Sigit mencontohkan lagu Satu Senyum Saja milik band Tato serta karya dari band Flanella asal Malang yang sempat masuk dalam rencana proyeknya.

“Misalnya ada lagu Satu Senyum Saja milik band Tato. Juga band Flanella asal Malang. Sudah ada komunikasi tapi belum bisa direalisasikan. Akhirnya dimulai dengan yang sudah ada dulu ditambah lagu yang memang baru seperti Luka Tak Berdarah,” kata Sigit.

Kendala tersebut membuatnya memilih melanjutkan proyek dengan materi yang sudah memungkinkan untuk dikerjakan, kemudian melengkapinya dengan lagu-lagu baru.

Adapun judul Eksisten! muncul dari komentar yang kerap diterimanya dari sesama musisi maupun orang-orang di lingkungannya. Meski masih aktif bersama Base Jam, Sigit juga menjalankan proyek solo dan terlibat dalam berbagai kegiatan di balik layar industri musik.

“Tentang nama album Eksisten!, idenya muncul dari anggapan banyak orang mulai dari teman-teman sesama musisi juga di lingkungan lainnya yang sering mengatakan ‘wah, kamu masih eksis ya’ karena gue selain masih bersama Base Jam, juga ada proyek solo dan banyak kegiatan di balik banggung yang tetap berhubungan dengan dunia musik. Jadi judul itu menjadi afirmasi bahwa gue masih terus berkarya dan hadir di industri musik sampai hari ini,” jelasnya.

Dalam showcase tersebut, Sigit Wardana membuka penampilan dengan lagu Selepas Kau Pergi, yang pernah dipopulerkan band asal Bandung, La Luna. Sepanjang acara, ia membawakan total 10 lagu yang merangkum perjalanan kariernya, baik bersama Base Jam maupun sebagai penyanyi solo.

Pertunjukan itu juga menjadi bagian dari agenda reguler Boleh Gig yang berlangsung setiap Senin malam. Selain Sigit, acara tersebut menghadirkan Tsukuridanosu band dan Alika Shafira sebagai penampil.

Mengangkat Sisi Sederhana Kehidupan Musisi
Perjalanan solo Sigit Wardana sebenarnya sudah dimulai melalui album November pada 2023. Sejak saat itu, ia berusaha menghadirkan cerita tentang keluarga dan pengalaman hidup sehari-hari ke dalam karya musiknya.

Menurut Sigit, kehidupan seorang musisi kerap dipersepsikan identik dengan kemewahan, pesta, dan dunia malam. Padahal, kehidupan mereka tidak jauh berbeda dari masyarakat pada umumnya, termasuk menjalani tanggung jawab sebagai orang tua dan menghadapi rutinitas keluarga.

Ia mencontohkan kesehariannya sebagai seorang ayah yang harus bangun pagi untuk mengantar anak ke sekolah. Begitu pula dengan penggunaan transportasi umum yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan selalu bepergian menggunakan mobil pribadi.

“Banyak orang mengira kehidupan musisi itu rata-rata glamour, hura-hura, dunia malam. Padahal ya musisi itu sama juga dengan orang biasa. Mengalami fase menjadi seorang ayah yang mesti bangun pagi ikut antar anak pergi sekolah, juga pergi naik transportasi umum, nggak melulu naik mobil atau kendaraan pribadi. Intinya hidup sederhana atau sisi kehidupan yang dekat dengan keseharian. Gue pengen mengangkat kesederhanaan. Sederhana itu indah kok. Hidup sederhana itu indah,” tuturnya.

Bagi Sigit, pengalaman sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat justru memiliki daya tarik untuk diangkat menjadi karya. Ia ingin menunjukkan bahwa cerita tentang keluarga, rutinitas, dan keseharian juga layak mendapat ruang dalam musik.

Melalui Eksisten!, Sigit Wardana tidak hanya memberikan penghormatan kepada lagu-lagu yang pernah populer, tetapi juga melanjutkan eksplorasinya dalam merangkai pengalaman hidup menjadi materi musik. Di tengah perannya sebagai vokalis Base Jam, proyek solo ini menjadi cara baginya untuk terus berkarya dengan sudut pandang personal. ***

Berita Terkait

Film Sicario: Day of the Soldado, Josh Brolin dan Benicio del Toro Hadapi Misi Mematikan
Britney Spears Akui Masih Menyimpan Kepahitan atas Masa Lalunya
Andien Aisyah Buka Sekolah Gratis Kelima
Luna Maya Beberkan Alasan Bangun Ulang Rumah di Bali
Jennifer Coppen Bantah Terima Komisi Penjualan Emas
Anggun Raih Gelar Kehormatan Seni Prancis dan Aktris Terbaik Asia
Chika Jessica Ungkap Kecemasan Dampingi Ibu Sakit
Indonesia Juara, Jennifer Coppen Siapkan “Full Service” untuk Justin Hubner

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Film Sicario: Day of the Soldado, Josh Brolin dan Benicio del Toro Hadapi Misi Mematikan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Sigit Wardana Rilis Mini Album Bertajuk “Eksisten!”

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Britney Spears Akui Masih Menyimpan Kepahitan atas Masa Lalunya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Andien Aisyah Buka Sekolah Gratis Kelima

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Luna Maya Beberkan Alasan Bangun Ulang Rumah di Bali

Berita Terbaru