JAKARTA – Di tengah gencarnya upaya Indonesia memperkuat posisi di kancah sains dan teknologi global, sebuah pertemuan bersejarah terjadi di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Kamis, (19/2/2026).
Delegasi dari Bauman Moscow State Technical University (BMSTU)—salah satu kampus teknik paling bergengsi di Rusia—datang langsung untuk menjajaki kolaborasi mendalam dengan Indonesia.
Bukan sekadar kunjungan formal, pertemuan ini membuka pintu bagi peluang nyata bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto menyambut hangat delegasi tersebut sambil menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Pemerintah Rusia melalui program beasiswa.
Menariknya, beasiswa tersebut bakal diintegrasikan ke dalam Beasiswa Garuda, program unggulan nasional yang kini semakin luas jangkauannya untuk mendukung talenta muda berprestasi.
“Kami ingin segera mewujudkan program riset bersama yang konkret,” ujar Menteri Brian dengan antusias. Ia menyoroti potensi pengembangan joint research di delapan prioritas nasional Indonesia, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga profesor, kunjungan akademik, hingga pembimbingan bersama untuk program doktor. “Ini kesempatan emas untuk memperkuat kapasitas riset kita melalui kolaborasi internasional yang setara,” tambahnya.
Dari pihak BMSTU, Rektor Mikhail Gordin menjelaskan misi utama kunjungan ini: menjajaki peluang rekrutmen mahasiswa internasional dari Indonesia. Universitas yang terkenal sebagai “MIT-nya Rusia” ini menyediakan kuota khusus bagi pelajar Indonesia, terutama untuk program magister (dua tahun) dan postdoctoral/doktor (dengan fokus penelitian intensif dua tahun di laboratorium bersama profesor dan insinyur).
“Proses seleksi akan difasilitasi langsung oleh perwakilan resmi Rusia di Indonesia, sehingga lebih mudah dan transparan,” papar Rektor Gordin. BMSTU juga menawarkan keunggulan di bidang-bidang mutakhir seperti robotika, komputasi kuantum, teknologi antariksa, manufaktur cerdas, hingga teknologi hijau—semua selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat kunci, termasuk Dirjen Pendidikan Tinggi Khairul Munadi, Dirjen Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman, Tenaga Ahli Menteri Badri Munir Sukoco, serta Direktur Sistem Pembelajaran Transformatif Ardi Findyartini. Kehadiran mereka menegaskan komitmen serius pemerintah untuk segera menindaklanjuti pembicaraan ini menjadi aksi nyata.
Kolaborasi ini bukan hanya soal pertukaran ilmu, tapi juga langkah strategis Indonesia untuk mempercepat kemandirian di bidang sains dan teknologi. Bagi generasi muda yang bercita-cita mengejar ilmu di level dunia, pintu menuju Rusia—melalui BMSTU dan Beasiswa Garuda—
Penulis : lazir
Editor : ameri






