Sekolah Tak Libur Total, Pemerintah Atur Pola Belajar Khusus Ramadan 2026

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendidikan Ramadan,
Kebijakan Pendidikan,
Ramadan 2026,
Pembelajaran Sekolah,
Kemendikdasmen,
Dunia Pendidikan Indonesia,
Sekolah dan Karakter,
Info Pendidikan Nasional,
Kegiatan Ramadan Sekolah,
Kebijakan Pemerintah,

Pendidikan Ramadan, Kebijakan Pendidikan, Ramadan 2026, Pembelajaran Sekolah, Kemendikdasmen, Dunia Pendidikan Indonesia, Sekolah dan Karakter, Info Pendidikan Nasional, Kegiatan Ramadan Sekolah, Kebijakan Pemerintah,

JAKARTA – Suasana pembelajaran di Indonesia akan sedikit berbeda saat Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pemerintah menyiapkan pola belajar yang lebih fleksibel agar kegiatan pendidikan tetap berjalan efektif sekaligus memberi ruang bagi penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik selama bulan suci.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bersama yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri. Aturan ini menjadi pedoman bagi pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama, serta seluruh satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran selama Ramadan hingga pasca-Idulfitri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menjaga kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat pembentukan karakter peserta didik.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/2/2026), ia menilai Ramadan sebagai momentum pendidikan yang penting bagi pembinaan iman, kepedulian sosial, dan akhlak mulia.

Menurutnya, pengaturan pembelajaran dibuat lebih adaptif dan humanis agar peserta didik tetap belajar secara bermakna tanpa tekanan berlebihan.

Mengacu pada SEB, pembelajaran pada 18–21 Februari 2026 dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat berdasarkan penugasan dari satuan pendidikan. Penugasan diharapkan sederhana, menyenangkan, serta meminimalkan penggunaan gawai dan internet.

Kegiatan belajar kemudian berlangsung di sekolah, madrasah, dan satuan pendidikan keagamaan pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Selain pembelajaran akademik, sekolah dianjurkan menyelenggarakan kegiatan yang memperkuat iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.

Peserta didik beragama Islam dianjurkan mengikuti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman. Sementara itu, peserta didik beragama selain Islam mengikuti kegiatan bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaannya.

Libur bersama Idulfitri berlangsung pada 16–20 Maret dan 23–27 Maret 2026. Pemerintah mendorong peserta didik memanfaatkan masa tersebut untuk mempererat silaturahmi. Pembelajaran kembali berjalan normal mulai 30 Maret 2026.

SEB juga menekankan peran penting pemerintah daerah dan kantor wilayah Kementerian Agama dalam menyiapkan perencanaan pembelajaran selama Ramadan agar pelaksanaannya berjalan selaras di setiap satuan pendidikan.

Kepala satuan pendidikan diminta menyesuaikan aktivitas belajar, termasuk mengurangi intensitas kegiatan fisik, memperkuat asesmen formatif, serta memberi perhatian khusus kepada anak berkebutuhan khusus dan peserta didik yang berpotensi mengalami ketertinggalan belajar.

Sekolah juga diwajibkan menjaga keamanan aset selama masa libur dan menyediakan kanal pelaporan bagi orang tua terkait keselamatan serta perlindungan peserta didik.

Di sisi lain, orang tua diharapkan aktif mendampingi anak selama pembelajaran mandiri di rumah, mengatur penggunaan gawai secara bijak, mendorong keterlibatan dalam kegiatan sosial dan keagamaan, serta melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, dan praktik pernikahan usia dini.

Pemerintah berharap pengaturan pembelajaran selama Ramadan dapat berlangsung tertib, adaptif, dan memberi kontribusi nyata dalam membentuk generasi Indonesia yang berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Berita Terbaru