Fintech AdaKami Perkuat UMKM Rentan dan Berbasis Budaya Lewat #UsahaBarengAdaKami

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kopi Tuli, UMKM sektor kopi peserta program UsahaBarengAdaKami (foto. ist)

Kopi Tuli, UMKM sektor kopi peserta program UsahaBarengAdaKami (foto. ist)

JAKARTA – Di tengah ketatnya persaingan usaha dan tantangan akses pengembangan bisnis, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih menjadi fondasi penting perekonomian nasional. Menyadari peran strategis tersebut, perusahaan fintech lending AdaKami menghadirkan program pendampingan bertajuk #UsahaBarengAdaKami yang menyasar delapan UMKM dari berbagai sektor dan daerah sepanjang 2025.

Program ini menyentuh pelaku usaha dari kelompok rentan, UMKM berbasis lingkungan, hingga bisnis yang mengangkat nilai budaya lokal. Pendampingan dilakukan secara personal, menyesuaikan karakter dan kebutuhan masing-masing usaha, mulai dari penguatan kapasitas, kelancaran operasional, hingga keberlanjutan bisnis.

Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss, mengatakan UMKM masih menghadapi banyak keterbatasan dalam mengembangkan usaha, meski perannya sangat besar bagi ekonomi nasional.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Namun dalam praktiknya, mereka sering terkendala dari sisi pengembangan dan keberlanjutan usaha. Melalui #UsahaBarengAdaKami, kami ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia akses pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra yang mendampingi pertumbuhan mereka,” ujar Jonathandikutip Rabu (21/1/2026).

Pendekatan tersebut tercermin dari dukungan kepada sejumlah UMKM di sektor kuliner dan kopi yang mengusung misi inklusi sosial. Di Jakarta Selatan, Kopi Tuli dan Akurasa menjadi ruang kerja ramah bagi penyandang tuna rungu. Melalui program ini, keduanya memperoleh dukungan untuk memperkuat operasional harian serta mengembangkan layanan agar menjangkau lebih banyak pelanggan.

Sementara di Yogyakarta, Kopi Moka Menoreh dan Kopi Selarong mengusung konsep kopi yang berpadu dengan pelestarian budaya lokal. Bantuan dari program dimanfaatkan untuk memperkuat proses produksi dan penyajian demi meningkatkan daya saing kopi lokal di pasar yang lebih luas.

Pendekatan inklusif juga diwujudkan melalui pendampingan kepada Difabel Zone, komunitas perajin batik difabel. Dukungan yang diberikan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus melengkapi sarana pameran, seiring tingginya permintaan kolaborasi dan kemitraan.

“Minat kerja sama dan pameran cukup tinggi, tetapi kami terbatas dari sisi sarana. Dukungan dari #UsahaBarengAdaKami membantu kami menjawab kebutuhan tersebut,” kata pendiri Difabel Zone, Lidwina Wurie Akhdiyanti.

Di Sumatra Barat, House of Kawa di Tanah Datar yang melestarikan minuman tradisional Minangkabau lintas generasi memanfaatkan dukungan program untuk meningkatkan efisiensi pengolahan agar produksi lebih konsisten.

Sedangkan di Bali, Urban Compost mengelola sampah organik menjadi kompos berbasis komunitas. Program ini membantu mempercepat dan mengefisienkan proses pengolahan yang selama ini menyita banyak tenaga dan waktu. Selain itu, Pisangne K-Tamane mendapat dukungan untuk memperkuat kapasitas usaha agrowisata yang memberdayakan petani perempuan melalui peningkatan kualitas produksi.

Pendiri Urban Compost Bali, Buya Azmedia, menilai dukungan program memberi dampak nyata bagi keberlanjutan usaha berbasis lingkungan.

“Pengolahan sampah organik bukan proses instan. Program ini membantu kami meningkatkan efisiensi agar upaya pelestarian lingkungan bisa terus berjalan,” ujarnya.

Jonathan menegaskan, setiap UMKM memiliki cerita dan tantangan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni memberi dampak bagi komunitas dan lingkungan sekitar.

“Ke depan, kami ingin terus mendampingi mereka dengan cara yang relevan agar usaha-usaha ini dapat tumbuh berkelanjutan,” tutupnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WIB

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Berita Terbaru