Revitalisasi Besar-Besaran, Sekolah di Garut Siap Cetak SDM Unggul

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat resmikan SMPN Banjarwangi (dok. rentak.id)

Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat resmikan SMPN Banjarwangi (dok. rentak.id)

GARUT — Pemerintah terus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, upaya tersebut ditandai dengan peresmian puluhan sekolah penerima manfaat revitalisasi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, Kamis (8/1/2026).

Sebanyak 15 Sekolah Dasar (SD) serta 27 satuan pendidikan vokasi, pendidikan khusus, dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) resmi dioperasikan setelah rampung direvitalisasi. Peresmian dipusatkan di SMK Ciledug Al Musaddadiyah, Garut.

Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung penuh pelaksanaan program prioritas nasional tersebut.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Garut, dinas pendidikan, kepala sekolah, dan semua pihak yang telah menyukseskan program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025. Program ini merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong transformasi pendidikan dan membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ujar Mu’ti.

Ia menegaskan, salah satu pilar utama pendidikan unggul adalah tersedianya sarana dan prasarana yang layak. Oleh karena itu, revitalisasi tahun 2025 dilaksanakan dengan sistem swakelola yang dinilai lebih efektif dan efisien.

“Dari total 16.171 penerima manfaat, progres revitalisasi telah mencapai 95 persen. Sistem swakelola terbukti tepat waktu, lebih efisien, kualitasnya lebih baik, dan laporan keuangannya lebih akuntabel. Selain itu, sistem ini juga menyerap banyak tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian daerah,” jelasnya.

Mu’ti juga menyoroti potensi kewirausahaan di Kabupaten Garut yang dinilai sangat tinggi. Menurutnya, keberadaan SMK memiliki peran strategis dalam mencetak wirausaha muda dan tenaga kerja terampil.

“Ke depan, kami menyiapkan berbagai program penguatan SMK, mulai dari pengembangan SMK 4 tahun, SMK berbasis keunggulan lokal, SMK berbasis sertifikasi, hingga menyiapkan lulusan SMK agar siap bekerja di luar negeri,” katanya.

Program revitalisasi ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para kepala sekolah penerima bantuan. Kepala SLB Negeri B Garut, Nia Suniawati, mengaku bersyukur setelah bertahun-tahun menantikan perbaikan sarana sekolah.

“Sekolah kami menerima bantuan revitalisasi untuk ruang administrasi, tata usaha, dan ruang kelas baru. Ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Kepala SDN 1 Pasanggrahan Sukawening, Ai Mulyani. Ia mengaku bangga sekolahnya diresmikan langsung oleh Mendikdasmen.

“Sekolah kami mendapat bantuan untuk toilet dan ruang UKS. Sebelumnya kondisinya kurang layak, sekarang menjadi bersih dan nyaman. Ini sangat membantu proses belajar mengajar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PKBM An Nabawi Garut, Kokoy Rokayah, menyebut revitalisasi sebagai mimpi yang akhirnya terwujud.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kemendikdasmen. Kini warga belajar kami memiliki sarana yang aman dan nyaman,” katanya.

Sebagai tuan rumah peresmian, Kepala SMK Ciledug Al Musaddadiyah, M Nasrullah Ramdhani, mengungkapkan kebanggaannya karena sekolahnya menjadi lokasi peresmian puluhan satuan pendidikan.

“Tahun 2025 kami menerima bantuan revitalisasi senilai Rp1,5 miliar untuk pembangunan laboratorium IPA, laboratorium komputer, ruang kelas baru, dan toilet. Hasilnya sangat baik dan menjadi motivasi baru bagi kami untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya.

Peresmian puluhan satuan pendidikan di Garut ini menjadi bukti nyata komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ke depan, program revitalisasi satuan pendidikan diharapkan terus diperluas agar semakin banyak peserta didik di berbagai daerah memperoleh akses pendidikan yang layak, modern, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Penulis : amanda az

Editor : ameri

Berita Terkait

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi
Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Berita Terbaru