Pengamat Nilai Bobby Nasution Salah Kaprah Larang Truk Luar Sumut Melintas

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai kebijakan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang memberhentikan truk berpelat Aceh di Kabupaten Langkat sebagai tindakan keliru. Menurutnya, aturan pelat luar daerah yang ditiru dari provinsi lain tidak bisa disamakan dengan kasus perlintasan antarprovinsi seperti Aceh–Sumut.

Dalam video yang beredar, Asisten Administrasi Umum Pemprov Sumut, Muhammad Suib, terlihat menemui sopir truk berpelat BL asal Aceh yang dihentikan Bobby. Menanggapi hal ini, Djoko menilai Bobby salah memahami konteks aturan yang diterapkannya.

“Kalau di Riau benar, truk berpelat luar yang hanya beroperasi di sana dilarang karena merusak jalan sementara pajaknya dibayar di daerah lain. Tapi kalau Aceh–Medan itu beda, truknya hanya melintas. Itu tidak bisa disamakan,” kata Djoko, Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI Pusat.

Djoko menegaskan Bobby tidak membedakan antara kendaraan operasional lokal dengan kendaraan lintas provinsi. Jika kebijakan itu diterapkan, kata Djoko, bukan tidak mungkin daerah lain seperti Aceh akan membalas dengan aturan serupa.

Saat ini, aturan yang disosialisasikan Pemprov Sumut dinilai perlu segera dievaluasi. Djoko mengingatkan agar tidak semua truk luar daerah dilarang melintas, sebab pergerakan logistik bersifat antarwilayah dan saling terhubung.

Lebih lanjut, Djoko juga menilai upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) tidak seharusnya fokus pada kendaraan bermotor. Menurutnya, Sumut memiliki banyak potensi pariwisata di luar Danau Toba yang bisa dikembangkan sebagai sumber pemasukan.

“Meningkatkan PAD jangan lewat kendaraan bermotor, itu hanya bikin kota macet. Harusnya wisata yang ditingkatkan. Negara lain seperti China bisa mendorong kota-kotanya menjadi ramah wisata, bahkan dengan konsep sederhana seperti 3S: Senyum, Sapa, Salam,” ujarnya.(***)

Penulis : Zul

Editor : Ami

Berita Terkait

Kejati Jatim Geledah Kantor ESDM, Selidiki Dugaan Pelanggaran Perizinan
PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah “Terang Berkah Ramadan”
Polsek Serpong Gelar Jum’at Peduli, Santuni Anak Yatim dari Yayasan Permata Al-Ihsan
Polsek Serpong Edukasi Tertib Lalu Lintas Sejak Dini di TK Santa Ursula BSD
Bantuan Pascatragedi Kalibata Dinilai Belum Pulihkan UMKM Terdampak
Dari Luka Bencana Menuju Harapan Baru: BNPB Mulai Bangun Huntara untuk Warga Tapanuli Utara
Astra Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa Lewat Penguatan Petani Kopi Garut
DPP NasDem Rampungkan SK Pengurus Kalsel, Saidi Mansyur Resmi Pimpin Banjar

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:12 WIB

Kejati Jatim Geledah Kantor ESDM, Selidiki Dugaan Pelanggaran Perizinan

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:30 WIB

PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah “Terang Berkah Ramadan”

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:53 WIB

Polsek Serpong Gelar Jum’at Peduli, Santuni Anak Yatim dari Yayasan Permata Al-Ihsan

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:30 WIB

Polsek Serpong Edukasi Tertib Lalu Lintas Sejak Dini di TK Santa Ursula BSD

Senin, 12 Januari 2026 - 10:33 WIB

Bantuan Pascatragedi Kalibata Dinilai Belum Pulihkan UMKM Terdampak

Berita Terbaru

Hiburan

Iis Dahlia Tak Mau Terburu-buru Nikahkan Anak

Kamis, 30 Apr 2026 - 19:47 WIB