Kemendikdasmen Resmi Tutup Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Angkatan 2 Tahun 2025 di Jawa Barat

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendiksasmen saat menutup Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Angkatan 2 Tahun 2025. (dok. rentak.id)

Mendiksasmen saat menutup Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Angkatan 2 Tahun 2025. (dok. rentak.id)

BANDUNG – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat resmi menutup Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Angkatan 2 Tahun 2025.

Penutupan berlangsung di Kantor BBGTK Jawa Barat pada Senin (22/9/2025) dan dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Pelatihan ini diikuti 431 peserta yang merupakan bakal calon kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di seluruh Jawa Barat. Program BCKS bertujuan mempersiapkan calon pemimpin sekolah yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran sentral dalam memajukan mutu pendidikan. Ia menggambarkan kepala sekolah sebagai “otak” yang menggerakkan seluruh aktivitas pendidikan di sekolah serta “mata” yang menentukan arah visi dan program pembelajaran.

“Ibarat tubuh, kepala sekolah itu adalah kepala yang menentukan citra sekolah dan arah kebijakan pendidikan,” ujar Mu’ti.

Lebih lanjut, Mu’ti menekankan bahwa seorang kepala sekolah harus berani mengambil risiko dan tidak boleh memimpin secara biasa-biasa saja. Ia menekankan pentingnya menjadi pemimpin yang agile, yaitu pemimpin yang tangguh, adaptif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

“Pemimpin yang agile itu tidak mudah tumbang oleh guncangan. Ia bisa bergerak mengikuti keadaan, namun tetap memiliki visi yang jelas untuk membawa sekolahnya maju,” jelasnya.

Mu’ti juga mengingatkan bahwa seorang kepala sekolah harus memegang prinsip servant leadership atau kepemimpinan yang melayani. Menurutnya, orientasi seorang pemimpin bukanlah untuk memperkaya diri, melainkan memberikan manfaat bagi banyak orang.

“Kepala sekolah harus menjadikan profesinya sebagai sarana untuk memberi dan melayani. Jika orientasinya hanya mengambil, maka tidak akan pernah merasa cukup. Tetapi jika orientasinya memberi, maka bekerja menjadi menyenangkan,” tegas Mu’ti.

Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK), Iwan Junaedi, mengungkapkan bahwa kebutuhan kepala sekolah di tingkat nasional menunjukkan progres positif.

“Berdasarkan data per 7 Mei hingga 21 September 2025, pemenuhan kebutuhan kepala sekolah, baik negeri maupun swasta, telah menurun sebesar 51,55%,” jelas Iwan.

Hal ini menunjukkan pelatihan BCKS berperan penting dalam mengatasi kekurangan kepala sekolah di berbagai daerah.

Salah satu peserta pelatihan, Siska Nurhadi dari SMP Negeri 1 Tasikmalaya, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan mengikuti program ini. Menurutnya, pelatihan selama satu minggu tersebut memberikan bekal berharga, mulai dari kompetensi kepribadian, sosial, hingga profesional.

“Pelatihan ini benar-benar dirancang untuk mempersiapkan kami menjadi pemimpin yang efektif. Kami belajar menyusun visi sekolah, merencanakan program berbasis data, mengelola sumber daya, hingga melakukan supervisi akademik,” tutur Siska.

Penulis : dafri jh

Editor : guntar

Berita Terkait

Revitalisasi 72 Sekolah di Kalteng Diresmikan, Wamendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas
Peringatan Hardiknas 2026 di MA Khomsani Nur: Upacara Meriah dengan Nuansa Kebhinekaan
Hardiknas 2026 di Banyuwangi Meriah, Ribuan Pelajar Tampil di Kuntulan Ewon
Ponpes Khomsani Nur Berangkatkan Dua Ustadz ke Kendari untuk Misi Dakwah, Ini Harapannya
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Latihan Paskibra Hardiknas 2026, Soroti Akses Pendidikan Merata
Revitalisasi Sekolah di Gorontalo Digeber: Dari Atap Bocor hingga Laboratorium Baru, Siswa Kini Belajar Lebih Nyaman
Gotong Royong Sekolah, 89 Siswa SDN Cipayung Ciputat Sukses Ikuti TKA 2026
Kemendikdasmen Perluas PJJ ke 34 Provinsi, Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:11 WIB

Revitalisasi 72 Sekolah di Kalteng Diresmikan, Wamendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:48 WIB

Peringatan Hardiknas 2026 di MA Khomsani Nur: Upacara Meriah dengan Nuansa Kebhinekaan

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:18 WIB

Hardiknas 2026 di Banyuwangi Meriah, Ribuan Pelajar Tampil di Kuntulan Ewon

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:40 WIB

Ponpes Khomsani Nur Berangkatkan Dua Ustadz ke Kendari untuk Misi Dakwah, Ini Harapannya

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:20 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Latihan Paskibra Hardiknas 2026, Soroti Akses Pendidikan Merata

Berita Terbaru