Kemendikdasmen Usulkan Tambahan Anggaran 2026, Fokus pada PIP hingga Digitalisasi Pembelajaran

- Penulis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR (dok. kemenidkdasmen)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR (dok. kemenidkdasmen)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengusulkan tambahan anggaran tahun 2026 untuk memperkuat sejumlah program prioritas pendidikan. Usulan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Abdul Mu’ti menjelaskan, alokasi pagu anggaran yang diterima Kemendikdasmen dalam RAPBN 2026 mencapai Rp55 triliun atau sekitar 7% dari total anggaran pendidikan nasional sebesar Rp757,82 triliun. Dana tersebut difokuskan untuk mendukung pemerataan, peningkatan mutu, dan perluasan akses pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia.

“Anggaran yang ada akan digunakan untuk mendukung program prioritas, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), tunjangan guru non ASN, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, serta percepatan digitalisasi pembelajaran,” kata Abdul Mu’ti.

Selain itu, Kemendikdasmen juga melanjutkan program Pendidikan Profesi Guru (PPG), bantuan pendidikan S-1/D-IV bagi guru, akreditasi sekolah, Tes Kemampuan Akademik (TKA), hingga pengembangan bahasa dan sastra.

Meski demikian, Abdul Mu’ti menegaskan masih banyak kebutuhan pendidikan yang belum terbiayai. Oleh karena itu, pihaknya mengajukan tambahan anggaran untuk mendukung penyesuaian satuan biaya PIP di jenjang SD dan SMP, memperluas PIP ke tingkat TK, meningkatkan tunjangan guru non ASN, memperkuat Kelompok Kerja Guru (KKG) dan MGMP, hingga mempercepat digitalisasi pembelajaran.

“Kami berharap tambahan anggaran ini bisa memperluas cakupan program agar pendidikan benar-benar inklusif dan mampu menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Dukungan terhadap rencana tersebut datang dari anggota Komisi X DPR RI. Ratih Megasari Singkarru (Fraksi NasDem) menilai peningkatan kesejahteraan guru dan keberlanjutan PIP sangat penting. “Kami berharap program ini bisa benar-benar terasa di lapangan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Muhammad Hilman Mufidi (Fraksi PKB) yang menekankan pentingnya dukungan terhadap beasiswa dan tunjangan guru. “Mereka adalah lini depan pendidikan Indonesia. Menuju Indonesia Emas 2045, tentu kita butuh penguatan di sektor ini,” ungkapnya.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Berita Terbaru