KPPU Sidak Pasar dan Produsen Beras di Lampung, Temukan Harga Masih di Atas HET

- Penulis

Rabu, 30 Juli 2025 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa melakukan sidak bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Bulog ke Pasar Tamin. (dok.rentak.id)

Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa melakukan sidak bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Bulog ke Pasar Tamin. (dok.rentak.id)

BANDAR LAMPUNG – Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M. Fanshurullah Asa melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Bulog ke Pasar Tamin serta sejumlah produsen beras di Bandar Lampung.

Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti isu pengoplosan beras premium dan dugaan ketidaksesuaian volume kemasan 5 kilogram.

Dari hasil inspeksi, KPPU tidak menemukan indikasi adanya pengoplosan atau pelanggaran volume kemasan. Namun, tim gabungan mendapati sejumlah pedagang masih menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET), baik untuk beras medium maupun premium.

Harga beras premium di pasaran mencapai Rp15.000–Rp16.000 per kilogram, sementara beras medium dijual sekitar Rp14.000/kg, melebihi ketentuan HET yang berlaku.

“Kami menaruh perhatian serius terhadap lonjakan harga di atas HET ini. KPPU akan menelusuri secara mendalam apakah hal ini disebabkan oleh praktik persaingan usaha tidak sehat, persekongkolan harga, atau faktor struktural lainnya seperti panjangnya rantai distribusi,” ujar Ketua KPPU yang akrab disapa Ifan itu dalam keterangannya, Rabu (30/7/2029).

KPPU juga menyoroti panjangnya rantai pasok dari petani hingga ke pedagang eceran yang dinilai menjadi penyebab utama tingginya harga beras. Banyaknya perantara, mulai dari agen gabah, pedagang pengumpul, hingga distributor, menyebabkan harga akhir beras membengkak.

Selain itu, Ifan menyoroti Peraturan Daerah Lampung Nomor 7 Tahun 2017 yang melarang penjualan gabah keluar daerah. Menurutnya, aturan tersebut berpotensi memicu kelangkaan dan fluktuasi harga di tingkat lokal.

“KPPU sudah memberikan rekomendasi kepada Gubernur Lampung sejak akhir 2024 untuk memperbaiki perda tersebut, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” tegasnya.

Di daerah lain, sidak serupa juga dilakukan Kantor Wilayah I KPPU bersama Tim Satgas Pangan Sumut di dua kilang padi di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat (25/7). Tim gabungan yang terdiri dari KPPU, Satgas Pangan Polda Sumut, Disperindag, dan Binda Sumut mendapati pelaku usaha kesulitan menjual beras sesuai HET akibat tingginya harga gabah di tingkat petani.

Ifan memastikan KPPU akan terus memperkuat pengawasan di sektor pangan, khususnya distribusi beras.

“Apabila ditemukan indikasi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, maka KPPU siap melakukan proses penegakan hukum,” ujarnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WIB

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Berita Terbaru