Sugeng Wahyudi: Keberpihakan Soeharto Jadi Awal Kebangkitan Peternak Ayam Broiler

- Penulis

Minggu, 11 Mei 2025 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Sugeng Wahyudi (dok. rentak.id)

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Sugeng Wahyudi (dok. rentak.id)

JAKARTA – Keberpihakan terhadap peternak kecil pada era Presiden Soeharto menjadi fondasi penting dalam perkembangan industri ayam broiler nasional.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Sugeng Wahyudi, saat mengulas sejarah kebijakan unggas di Indonesia.

“Keberpihakan yang ditunjukkan oleh Pak Harto waktu itu sangat jelas. Perusahaan-perusahaan besar tidak diizinkan untuk membudidayakan ayam broiler. Mereka cukup berjualan pakan, obat, atau sarana produksi lainnya,” ujar Sugeng dalam  keterangannya, Minggu (11/5/2025).

Menurut Sugeng, kebijakan tersebut membuka ruang bagi peternak kecil untuk berkembang secara mandiri dan kompetitif. Meski disebut “kecil”, bukan berarti para peternak tidak bisa modern.

“Kecil tidak harus tradisional, ini yang saya maksud. Peternak kecil, jika diedukasi dan didukung, bisa bertransformasi. Misalnya, dari kandang terbuka menjadi kandang tertutup yang modern,” jelasnya.

Ia menilai bahwa pola ini bukan hanya memberi peluang, tetapi juga menciptakan keuntungan nyata.

“Kalau peternak kecil diberi ruang dan pembinaan, mereka bisa menyesuaikan diri dan akhirnya mendapat keuntungan. Di sinilah letak keberpihakan itu. Ini juga awal dari kebangkitan peternak kita,” tegas Sugeng.

Sugeng menambahkan bahwa era tersebut menjadi titik tolak kemajuan peternak ayam broiler lokal. “Peternak Indonesia maju karena mereka untung, karena mereka sejahtera. Itu yang kami harapkan kembali terjadi sekarang,” katanya. ***

Berita Terkait

Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh
Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Berita Terbaru