Visa Haji Wajib! Menag Nasaruddin: Tanpa Visa Tak Bisa Masuk Masjidil Haram

- Penulis

Rabu, 30 April 2025 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Haji Ilegal akan sulit di Makkah (ilustrasi oleh chatgpt-rentak.id)

Ilustrasi Haji Ilegal akan sulit di Makkah (ilustrasi oleh chatgpt-rentak.id)

MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi kini memperketat aturan ibadah haji. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan jemaah agar tidak tergiur rayuan pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menjanjikan bisa berhaji tanpa visa resmi.

“Jangan memaksakan diri berangkat ke Tanah Suci tanpa visa haji. Tahun ini, pemerintah Saudi menerapkan aturan yang sangat ketat, super super ketat,” tegas Menag Nasaruddin saat ditemui di Makkah, Selasa (29/4/2025).

Menurutnya, jemaah tanpa visa haji resmi sama sekali tidak akan diizinkan masuk ke kawasan Masjidil Haram. “Anda bisa lihat sendiri, sekarang tidak ada yang bisa masuk Haram tanpa visa haji. Kalau hanya punya visa umrah, tidak berlaku. Saat ini bukan musim umrah,” ujarnya.

Menag menambahkan, jemaah yang nekat tetap berangkat berpotensi terlantar karena tak punya akses ke akomodasi maupun transportasi. “Turun dari bus langsung diperiksa. Kalau tidak punya visa haji, disuruh kembali. Tidak ada hotel, tidak ada penerbangan balik, akhirnya terlunta-lunta di sini,” jelasnya.

Peringatan ini disampaikan Menag usai menghadiri Konferensi Lembaga Hadis Binaan Raja Salman di Madinah pada 26 April lalu. Usai konferensi, Menag melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menunaikan umrah sekaligus menyapa para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang baru tiba.

Ia menggambarkan situasi Masjidil Haram yang kini sangat lengang. “Tadi malam Masjidil Haram kosong. Semua orang bisa mencium Kabah karena memang tidak ada jemaah umrah. Yang diizinkan masuk hanya yang memiliki visa haji,” tutur Menag.

Karena itu, ia kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak tergoda tawaran berhaji lewat jalur tidak resmi. “Lebih baik hindari daripada akhirnya tersesat di negeri orang. Jangan sampai niat suci berubah jadi musibah. Ingat, tahun ini aturannya beda dengan tahun lalu, jauh lebih ketat,” ujarnya.

Kepada jemaah yang berangkat secara resmi tahun ini, Nasaruddin berpesan agar memanfaatkan kesempatan ibadah sebaik-baiknya. Ia menekankan, tidak semua orang bisa kembali berhaji dalam waktu dekat karena antrean yang panjang.

“Kalau tahun ini Anda dipanggil Allah untuk berhaji secara resmi, jalankanlah ibadah dengan sungguh-sungguh. Belum tentu dalam hidup bisa berhaji lagi. Saat ini, antreannya bahkan sampai 48 tahun,” pungkasnya.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Al-Qur’an Sudah Menjelaskan 1400 Tahun Lalu, Sains Baru Memahami Rahasia Ashabul Kahfi
Pemerintah Resmi Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada, Sabtu 21 Maret
Minta Maaf, Menag Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan
Penegasan Nasaruddin Umar soal Filantropi Islam, Kementerian Agama Luruskan Isu “Tinggalkan Zakat”
Ramadan 1447 H Jadi Momentum Persatuan, Menag Ajak Umat Perkuat Kepedulian Sosial
Dai 3T Bergerak: Penguatan Iman dan Nasionalisme dari Pinggiran Indonesia
Dari Hisab ke Rukyat, Gen Z Dalami Ilmu Penentuan Awal Ramadan
Kemenag Salurkan Rp596 Juta, Pulihkan Madrasah dan Guru Korban Banjir–Longsor Bandung Barat

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 04:39 WIB

Al-Qur’an Sudah Menjelaskan 1400 Tahun Lalu, Sains Baru Memahami Rahasia Ashabul Kahfi

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:39 WIB

Pemerintah Resmi Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh pada, Sabtu 21 Maret

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:34 WIB

Minta Maaf, Menag Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:12 WIB

Penegasan Nasaruddin Umar soal Filantropi Islam, Kementerian Agama Luruskan Isu “Tinggalkan Zakat”

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:14 WIB

Ramadan 1447 H Jadi Momentum Persatuan, Menag Ajak Umat Perkuat Kepedulian Sosial

Berita Terbaru