Erosi Sungai Tamiang Ancam Rumah Warga, Minta Pemerintah Turun Tangan

- Penulis

Kamis, 24 April 2025 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Erosi Sungai Tamiang yang terjadi selama puluhan tahun tanpa penanganan serius kini mengancam keselamatan rumah-rumah warga di Dusun Tualang, Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Salah satu warga yang tinggal di pinggiran sungai mengungkapkan kekhawatirannya. Ia mengatakan bahwa aliran Sungai Tamiang yang dahulu berada cukup jauh dari permukiman, kini telah mendekat drastis dan membahayakan rumah-rumah di sekitar tebing sungai.

“Erosi ini sudah terjadi sudah lama sekitar puluhan tahunlah, sikit-sikit jadi seperti ini. Harapan saya adalah perhatian pemerintah ini untuk dilihat, karena rumah masyarakat di tempat ini yang dulunya jauh dari sungai, sekarang makin lama, makin mendekat gitu, dan enggak lama lagi mungkin akan bisa jadi pindah nih, masyarakat ini,” kata Muhammad Ali kepada wartawan, Kamis (24/4/2025).

Ali mengungkapkan, selama ini daerahnya dan kejadian tersebut tidak pernah mendapat perhatian oleh pemerintah setempat.

Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata, seperti membangun talud atau bronjong untuk memperkuat struktur tebing sungai.

Adapun jumlah warga yang tinggal di kawasan tersebut berjumlah belasan keluarga dan terdapat bangunan rumah semi permanen hingga permanen, juga terdapat beberapa usaha warga untuk membantu perekonomian sehari-hari.

Masyarakat menginginkan agar pihak terkait turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi serta merencanakan penanganan yang tepat.

Saat ini, warga tidak mampu berbuat banyak untuk menangani pengikisan air sumgai tersebut. Sebelumnya, wilayah tersebut merupakan jalan umum yang biasa dilalui warga, namun kini sudah lebih dari setengah mengalami amblas.

“Untuk mencegah erosi, kami sekarang ini berusaha untuk menanam bambu ini. Inilah yang bisa kami usahakan sebagai masyarakat. Tapi itu belum cukup,” ujar Ali.(***/***)

Penulis : Rky

Editor : Ami

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru