Puan Maharani Berduka atas Wafatnya Paus Fransiskus: Dunia Kehilangan Sosok Pembawa Damai

- Penulis

Senin, 21 April 2025 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puan Maharani saat bersama Paus Fransiskus. (dok. dpr)

Puan Maharani saat bersama Paus Fransiskus. (dok. dpr)

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik dan Kepala Negara Vatikan. Ia mengenang sosok Paus sebagai pribadi sederhana, penuh kasih, dan selalu menyerukan perdamaian di tengah dunia yang penuh konflik.

“Duka mendalam atas berpulangnya Paus Fransiskus. Semoga warisan semangat perdamaian dalam kasihnya selalu hidup di hati umat manusia,” ujar Puan dalam pernyataannya, Senin (21/4/2025).

Paus Fransiskus menghembuskan napas terakhirnya pada usia 88 tahun di Vatikan, Senin (21/4) waktu setempat. Kepergiannya hanya berselang satu hari setelah kemunculan publik terakhirnya di Lapangan Santo Petrus saat perayaan Paskah, Minggu (20/4). Kesehatan Sri Paus memang dikabarkan menurun dalam beberapa bulan terakhir dan sempat dirawat selama lima minggu karena pneumonia.

Puan pun mengingat kembali momen bersejarah ketika Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia pada 3–6 September 2024. Kunjungan itu, kata Puan, membuktikan bahwa cinta dan rasa hormat terhadap Paus melampaui batas agama dan keyakinan.

“Kedatangan Paus saat itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa Bapa Suci tidak hanya dicintai oleh umat Katolik, tapi juga dihargai seluruh umat dari beragam agama,” ucapnya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu juga mengenang sosok Paus sebagai pribadi yang rendah hati dan bersahaja. “Sosok Paus yang sangat rendah hati dan penuh kesederhanaan membuat beliau dikagumi oleh masyarakat Indonesia,” imbuh Puan.

Tak hanya itu, Puan juga merasa terhormat karena sempat diundang secara langsung oleh Paus Fransiskus ke Istana Apostolik, Vatikan, untuk menghadiri World Leaders Summit on Children’s Rights pada awal Februari 2025. Ia hadir bersama Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

“Sebuah kebanggaan bagi saya mendapat undangan dari Paus Fransiskus untuk menghadiri KTT Pemimpin Dunia tentang Hak Anak,” katanya. “Dalam acara tersebut, para tokoh dunia berkesempatan untuk berdialog dan melakukan tindakan nyata guna melindungi hak dan kesejahteraan setiap anak.”

Konferensi bertajuk “Let’s Love and Protect Them” itu dihadiri berbagai kepala negara, pejabat tinggi, serta aktivis global untuk hak anak. Puan mengapresiasi inisiatif Paus Fransiskus yang dinilainya sangat visioner.

“Saya mengapresiasi Yang Mulia Paus Fransiskus atas inisiatifnya. Dengan KTT ini, kita bisa duduk bersama dan bertukar pikiran demi generasi mendatang yang lebih terlindungi,” tegasnya.

Sebelum pertemuan tersebut, Puan dan Megawati juga mengikuti forum Unbroken Kids Alliance di Museum San Salvatore in Lauro, Roma, pada 2 Februari. Forum ini menyoroti anak-anak korban konflik, khususnya dari Palestina dan Ukraina.

Puncak kunjungan mereka terjadi pada Jumat, 7 Februari, ketika Paus Fransiskus menerima Puan dan Megawati di kediaman pribadinya, Domus Sanctae Marthae. Menurut keterangan Vatikan, ini merupakan pertama kalinya Paus Fransiskus menerima tamu luar negeri di kediaman pribadi tersebut—sebuah penghormatan khusus bagi keluarga Bung Karno, terutama Megawati yang sebelumnya diminta menjadi juri Zayed Award.

“Meski dalam kondisi kurang sehat, Paus saat itu menerima kami dengan hangat dan ramah. Saya benar-benar merasa terhormat atas sambutannya,” kenang Puan.

Dalam kesempatan itu, Puan dan Megawati menyampaikan salam dari rakyat Indonesia, terutama umat Katolik yang begitu mencintai Paus. Paus pun membalas dengan ucapan terima kasih dan menyebut rakyat Indonesia sebagai “beautiful people.”

Sebagai bentuk penghargaan, Puan memberikan cenderamata berupa baju wayang dari batik tradisional Indonesia, sementara Megawati mempersembahkan lukisan Bunda Maria berkebaya merah dengan kerudung mantilla putih, berukuran 176 cm x 120 cm.

Paus Fransiskus terlihat sangat senang menerima hadiah tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada keduanya.

Menurut Puan, kepergian Paus Fransiskus bukan hanya menjadi duka bagi umat Katolik, tapi juga kehilangan besar bagi seluruh dunia.

“Sri Paus Fransiskus merupakan tokoh yang sangat mendukung perdamaian. Beliau selalu mengadvokasi agar kekerasan dan perang dihentikan. Dunia kehilangan sosok besar,” tutur cucu Bung Karno itu.

Di akhir pernyataannya, Puan menyampaikan harapannya agar semangat Paus Fransiskus dalam misi kemanusiaan terus hidup dan diwariskan ke generasi mendatang.

“Selamat jalan Bapa Suci, Paus Fransiskus. Semoga warisan semangat Sri Paus dalam kemanusiaan akan terus membawa manfaat dan diteruskan oleh semua umat manusia di muka bumi,” pungkas Puan. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru