59 Persen Penumpang Mikrotrans JAKLINGKO Adalah Perempuan, Ini Kata Peneliti

- Penulis

Senin, 21 April 2025 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi layanan angkot yang bertukiskan JAKLINGKO atau istilah manajemennya Mikrotrans itu merupakan layanan angkutan umum yang banyak memfasilitasi kaum perempuan. (ilustrasi oleh chatgpt)

Ilustrasi layanan angkot yang bertukiskan JAKLINGKO atau istilah manajemennya Mikrotrans itu merupakan layanan angkutan umum yang banyak memfasilitasi kaum perempuan. (ilustrasi oleh chatgpt)

JAKARTA – Layanan Mikrotrans JAKLINGKO menjadi pilihan utama perempuan dalam bertransportasi di ibu kota. Peneliti dari Inisiatif Strategis untuk Transportasi (INSTRAN), Darmaningtyas, menyebut bahwa angkutan umum ini secara signifikan memfasilitasi kebutuhan mobilitas kaum perempuan, baik usia muda maupun lanjut usia.

Dalam pemantauan yang dilakukan sepanjang Januari hingga Maret 2025 terhadap 218 unit Mikrotrans, tercatat 2.626 penumpang, dengan rata-rata 12 orang per unit setiap harinya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 persen adalah perempuan.

“Mayoritas pengguna Mikrotrans memang perempuan. Dari total penumpang yang kami pantau, sebanyak 1.548 perempuan (59%) dan 1.078 laki-laki (41%),” ujar Darmaningtyas, Senin (21/4/2025).

Data sepanjang tahun 2024 juga menunjukkan tren serupa. Dari pemantauan terhadap 864 unit Mikrotrans, total penumpang mencapai 9.979 orang, terdiri dari 5.798 perempuan (58,10%) dan 3.890 laki-laki (38,98%).

Menurut Darmaningtyas, perempuan muda biasanya menggunakan Mikrotrans untuk keperluan bekerja, kuliah, atau sekolah. Sementara itu, perempuan berusia di atas 50 tahun umumnya memanfaatkan layanan ini untuk pergi ke pasar, Puskesmas, rumah sakit, atau mengantar anak dan cucu sekolah.

Ada beberapa alasan mengapa Mikrotrans menjadi favorit kaum perempuan. “Mereka merasa nyaman karena pengemudinya tidak merokok, kendaraan tidak ngetem, dan suasananya lebih aman,” jelasnya.

Darmaningtyas juga menyarankan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan tarif umum sebesar Rp2.000 per perjalanan, sementara pelajar tetap digratiskan. Ia meyakini kebijakan tarif ini bisa membuka peluang perluasan layanan Mikrotrans yang selama ini terhambat keterbatasan anggaran. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru