700 CPNS Mundur, DPR Minta Rekrutmen ASN Dievaluasi: Penempatan Tak Sesuai Ekspektasi!

- Penulis

Jumat, 18 April 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi para dosen mundur (ilustrasi oleh chatgpt)

Ilustrasi para dosen mundur (ilustrasi oleh chatgpt)

JAKARTA – Gelombang pengunduran diri 700 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) mengundang sorotan tajam dari DPR. Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB, Indrajaya, menilai kejadian ini sebagai sinyal penting bagi pemerintah untuk mengevaluasi serius proses rekrutmen aparatur sipil negara (ASN).

“Ini bukan angka kecil. Mundurnya 700 CPNS harus menjadi refleksi bagi Menpan RB untuk memperbaiki sistem rekrutmen ASN agar lebih adaptif dan transparan,” ujar Indrajaya dalam keterangannya, Jumat  (18/4/2025).

Legislator dari Daerah Pemilihan Papua Selatan ini mengatakan, mayoritas CPNS yang mundur berasal dari formasi dosen. Ia mengungkapkan telah menerima berbagai keluhan dari peserta seleksi yang mengaku kecewa karena penempatan kerja tidak sesuai dengan harapan.

“Banyak yang kaget ketika mengetahui lokasi penempatan mereka sangat jauh dari tempat tinggal atau tidak sesuai bidang keilmuan. Ini jadi pemicu utama pengunduran diri,” jelasnya.

Indrajaya merinci sedikitnya ada tiga faktor utama yang bisa menjadi penyebab mundurnya ratusan CPNS tersebut:

Penempatan tak sesuai harapan: Banyak peserta merasa dirugikan karena lokasi kerja yang jauh atau bidang kerja yang tidak relevan.

Minimnya transparansi: Proses seleksi yang dianggap kurang terbuka bisa memunculkan kecurigaan dan ketidakpuasan.

Ekspektasi yang tidak terpenuhi: Banyak peserta memiliki harapan tinggi terhadap sistem ASN, namun realita tidak sejalan.

“Ketiga faktor ini, menurut kami, cukup dominan. Tapi bisa jadi ada faktor lain yang belum terlihat. Karena itu, evaluasi menyeluruh sangat diperlukan,” tegas Indrajaya.

Ia mendesak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) segera melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem rekrutmen CPNS, khususnya dalam formasi dosen di Kemendikti Saintek. Evaluasi tersebut, lanjutnya, akan menjadi agenda penting dalam rapat Komisi II DPR RI bersama Kemenpan RB dalam waktu dekat.

Lebih jauh, Indrajaya juga mengkritisi kebijakan Menpan RB yang dinilainya kerap menimbulkan polemik di masyarakat. Ia menyebut, kebijakan pengangkatan PPPK dan PNS sebelumnya pun banyak mendapat kritik dari berbagai pihak.

“Sudah cukup banyak kebijakan Menpan RB yang jadi blunder. Ini menyangkut nasib rakyat, jangan dijadikan bahan eksperimen,” ucapnya.

Menurutnya, setiap kebijakan publik, apalagi yang menyangkut rekrutmen ASN, harus melalui kajian komprehensif dan konsultasi dengan berbagai pihak.

“Harus melibatkan pakar, akademisi, dan tentu saja DPR. Kebijakan yang dibuat sepihak tanpa pertimbangan matang hanya akan melahirkan kegaduhan,” tandas Indrajaya. ***

Penulis : lazir

Editor : gardo

Berita Terkait

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Berita Terbaru