JAKARTA – Sementara suara takbir mengalun dan suasana hangat Lebaran menyelimuti banyak rumah, Estuning Rahayu—atau akrab disapa Estu—justru berada di tengah riuhnya arus balik di Rest Area KM 14B, Pinang, Tangerang.
Ia bukan pemudik, melainkan penjaga terang. Di posko tugas PLN, Estu berjaga, memastikan pasokan daya bagi para pemudik yang menggunakan mobil listrik berjalan lancar tanpa gangguan.
“Alhamdulillah, walau tidak mudik, saya tetap ditemani keluarga. Suami dan anak-anak saya ikut berada di sini. Itu cukup membuat hati tenang,” kata Estu, tersenyum di tengah tugas yang tak kenal libur, Selasa (8/4/2025).
“Alhamdulillah, saya tidak sendiri. Suami dan anak-anak saya tetap mendampingi di sini. Itu jadi sumber kekuatan terbesar saya untuk terus menjalankan amanah ini,” ujar Estu, tersenyum tenang di tengah kesibukannya di Rest Area KM 14B, Pinang, Tangerang.
Untuk kedua kalinya, ibu dari dua anak ini melewatkan hari raya di lokasi kerja. Meski tak pulang ke kampung halaman, kehadiran keluarga kecilnya menjadikan suasana Lebaran tetap hangat dan bermakna.
Sejak awal Ramadan hingga puncak arus balik, Estu siaga di Posko Mudik PLN yang mengelola Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Ia mengawasi langsung operasional SPKLU bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.
“Tahun ini jumlah mobil listrik meningkat cukup signifikan. Tugas kami memastikan mereka bisa mengisi daya dengan aman, cepat, dan nyaman. Tidak boleh ada kendala sekecil apa pun,” jelasnya.
Baginya, tantangan terbesar justru muncul saat arus balik. Volume kendaraan meningkat tajam, kebutuhan energi melonjak, dan pelayanan harus tetap prima. Tapi di balik itu semua, ada kebanggaan yang tak ternilai.
“Saya memang tidak mudik seperti kebanyakan orang, tapi suasana Lebaran tetap terasa. Kami saling menguatkan di posko, dan kebersamaan dengan rekan-rekan PLN menjadi pelipur rindu. Apa yang kami lakukan ini bukan sekadar tugas, tapi wujud cinta, keikhlasan, dan pengabdian,” tuturnya penuh keyakinan.
Estu adalah representasi nyata dari peran penting perempuan di dunia kerja, khususnya di PLN UID Banten. Bersama para Srikandi PLN lainnya, ia membuktikan bahwa perempuan mampu menjalankan peran ganda—baik di ranah domestik maupun profesional—dengan seimbang.
“Menjaga kelistrikan saat masyarakat sedang kembali dari kampung halaman bukan hanya pekerjaan, tapi juga ibadah. Saya ikhlas menjalaninya, dan bangga menjadi bagian dari pelayanan publik di momen penting seperti ini,” pungkasnya. ***
Penulis : amanda az
Editor : ameri













