Update Harga Bawang Merah April 2025: Pasokan Aman, Harga Segera Turun

- Penulis

Minggu, 6 April 2025 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bawang berlimpah pedagang menunggu pembeli. (ilustrasi ai)

Ilustrasi bawang berlimpah pedagang menunggu pembeli. (ilustrasi ai)

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan bawang merah secara nasional tetap aman, meski sempat terjadi fluktuasi harga menjelang dan sesudah Lebaran. Kenaikan harga lebih disebabkan oleh belum pulihnya aktivitas jual beli di pasar serta terbatasnya tenaga kerja akibat libur Lebaran.

Seiring berakhirnya masa liburan, distribusi dari sentra produksi ke pasar utama mulai kembali normal. Di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), pasokan terus meningkat. Jumat (4/4/2025) pagi, tercatat 64 ton bawang merah masuk ke pasar tersebut.

“Kalau sudah masuk 90–100 ton per hari, itu artinya normal,” ujar Suminto, petugas di PIKJ, Minggu (6/4/2025)

Jhon Munthe, bandar bawang merah di PIKJ, optimistis aktivitas pasar akan pulih sepenuhnya pada akhir pekan. “Minggu nanti sudah kembali normal karena Lebaran sudah selesai,” katanya.

Harga bawang merah kualitas super di PIKJ berada di kisaran Rp40.000–Rp45.000/kg, sedangkan kualitas medium Rp35.000–Rp38.000/kg. Pasokan berasal dari berbagai daerah seperti Brebes, Indramayu, Kendal, dan Solok.

Ujang, petani dari Cimenyan, Bandung, menyebut pengiriman saat ini masih sekitar 30% karena banyak lapak pasar belum beroperasi penuh. “Harga Batuijo masih Rp30.000–Rp40.000/kg. April-Mei nanti panen lanjut lagi di Bandung Raya,” ungkapnya.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Andi Muhammad Idil Fitri, menyatakan produksi bawang merah siap konsumsi bulan April mencapai lebih dari 100.000 ton. “Pasokan pasca-Lebaran aman berkat panen dari beberapa wilayah utama,” katanya.

Amri Ismail, Champion bawang merah dari Solok, menambahkan bahwa daerahnya terus menyuplai pasokan ke Jawa dan Sumatra berkat penjadwalan tanam yang strategis. “Kami atur supaya panen bergantian dengan Jawa, agar pasokan nasional tetap terjaga,” ujarnya.

Kementan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para Champion untuk memastikan distribusi lancar, harga stabil, dan pasokan bawang merah mencukupi di seluruh Indonesia.***

Penulis : lazir

Editor : gardo

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru