JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan bawang merah secara nasional tetap aman, meski sempat terjadi fluktuasi harga menjelang dan sesudah Lebaran. Kenaikan harga lebih disebabkan oleh belum pulihnya aktivitas jual beli di pasar serta terbatasnya tenaga kerja akibat libur Lebaran.
Seiring berakhirnya masa liburan, distribusi dari sentra produksi ke pasar utama mulai kembali normal. Di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), pasokan terus meningkat. Jumat (4/4/2025) pagi, tercatat 64 ton bawang merah masuk ke pasar tersebut.
“Kalau sudah masuk 90–100 ton per hari, itu artinya normal,” ujar Suminto, petugas di PIKJ, Minggu (6/4/2025)
Jhon Munthe, bandar bawang merah di PIKJ, optimistis aktivitas pasar akan pulih sepenuhnya pada akhir pekan. “Minggu nanti sudah kembali normal karena Lebaran sudah selesai,” katanya.
Harga bawang merah kualitas super di PIKJ berada di kisaran Rp40.000–Rp45.000/kg, sedangkan kualitas medium Rp35.000–Rp38.000/kg. Pasokan berasal dari berbagai daerah seperti Brebes, Indramayu, Kendal, dan Solok.
Ujang, petani dari Cimenyan, Bandung, menyebut pengiriman saat ini masih sekitar 30% karena banyak lapak pasar belum beroperasi penuh. “Harga Batuijo masih Rp30.000–Rp40.000/kg. April-Mei nanti panen lanjut lagi di Bandung Raya,” ungkapnya.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Andi Muhammad Idil Fitri, menyatakan produksi bawang merah siap konsumsi bulan April mencapai lebih dari 100.000 ton. “Pasokan pasca-Lebaran aman berkat panen dari beberapa wilayah utama,” katanya.
Amri Ismail, Champion bawang merah dari Solok, menambahkan bahwa daerahnya terus menyuplai pasokan ke Jawa dan Sumatra berkat penjadwalan tanam yang strategis. “Kami atur supaya panen bergantian dengan Jawa, agar pasokan nasional tetap terjaga,” ujarnya.
Kementan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para Champion untuk memastikan distribusi lancar, harga stabil, dan pasokan bawang merah mencukupi di seluruh Indonesia.***
Penulis : lazir
Editor : gardo













