DPD RI Dukung Negosiasi Dagang RI-AS, Sultan: Tarif Timbal Balik Harus Diperjuangkan

- Penulis

Minggu, 6 April 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sultan  B Najamudin dan pimpinan lainnya GKR Hemas, Yorrys Raweyai serta Tamsil Linrung.  (Tangkapan layar TV Parlemen)

Sultan B Najamudin dan pimpinan lainnya GKR Hemas, Yorrys Raweyai serta Tamsil Linrung. (Tangkapan layar TV Parlemen)

JAKARTA — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah Indonesia yang tengah melakukan negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat.

Salah satu isu utama yang disorot adalah kebijakan tarif timbal balik (reciprocal tariff) sebesar 32 persen yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump terhadap produk ekspor asal Indonesia.

“Kami mendukung penuh langkah pemerintah untuk melakukan negosiasi dan diplomasi dagang dengan Amerika Serikat. Salah satu yang terpenting adalah melakukan verifikasi dan validasi data ekspor Indonesia ke AS. Ini menjadi dasar kuat dalam proses negosiasi agar kebijakan tarif tersebut bisa ditinjau ulang,” ujar Sultan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/4/2025).

Menurutnya, terdapat perbedaan signifikan dalam data perdagangan antara kedua negara yang harus segera diluruskan. Sultan menilai, ketidaksesuaian data ekspor-impor ini bisa menjadi batu sandungan dalam hubungan dagang jika tidak ditangani secara serius.

“Kami yakin Presiden Trump akan mempertimbangkan ulang kebijakannya bila melihat kepentingan substantif kedua negara. Sebagai sahabat, kita tentu menghormati kebijakan Presiden Trump sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, baik terhadap negaranya maupun terhadap stabilitas ekonomi global,” tegas Sultan.

Mantan Ketua HIPMI Bengkulu itu juga menyoroti dampak lanjutan dari kebijakan tarif ini terhadap ekspor Indonesia, khususnya pada sektor-sektor utama seperti tekstil, alas kaki, dan komoditas unggulan lainnya.

“Kenaikan biaya ekspor bisa menurunkan daya saing produk Indonesia di pasar Amerika. Ini tentu merugikan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang bergantung pada pasar ekspor,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sultan mengapresiasi langkah antisipatif Presiden Prabowo dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, strategi seperti hilirisasi komoditas, keikutsertaan Indonesia dalam BRICS, serta perjanjian dagang multilateral adalah kebijakan yang memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

“Pemerintah sudah tepat dengan pendekatan strategis ini. Selain itu, menjaga daya beli masyarakat lewat desentralisasi fiskal, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pembentukan Koperasi Merah Putih adalah bentuk keberpihakan negara terhadap rakyat,” kata Sultan.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan lembaga investasi nasional seperti Danantara menjadi instrumen penting dalam menstabilkan ekonomi dan meminimalkan dampak gejolak global.

“Bagi kami, MBG, Koperasi Merah Putih, dan Danantara adalah alat negara untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional. Semua pihak harus mendukungnya agar kita bisa mengantisipasi dampak dari kebijakan global sejak dini,” tutup Sultan.

Sebagai informasi, Indonesia menjadi salah satu negara yang dikenakan kebijakan tarif timbal balik sebesar 32 persen oleh Amerika Serikat. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$14,34 miliar pada Januari–Desember 2024. Namun angka ini berbeda dengan catatan Badan Statistik AS yang mencatat surplus Indonesia mencapai US$17,9 miliar, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan defisit perdagangan terbesar ke-15 bagi Amerika Serikat.

Penulis : amanda az

Editor : ameri

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru