JAKARTA – Setelah merayakan Lebaran 1446 H, jutaan pemudik mulai kembali ke tempat perantauan, dengan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 5-6 April 2025.
Menurut Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, pembagian jenis kendaraan di tiga pelabuhan selama arus mudik terbukti efektif dalam mengurangi kepadatan. Pendekatan serupa kini diterapkan untuk arus balik, guna memastikan kelancaran pergerakan pemudik.
“Salah satu titik utama dalam perjalanan ini adalah penyeberangan Bakauheni-Merak, jalur utama bagi pemudik dari Sumatera menuju Jawa. Berbagai strategi telah dipersiapkan untuk memastikan kelancaran arus balik guna menghindari kemacetan panjang,” katanya, Jumat (4/4/2025).
Data dari PT ASDP Indonesia Ferry menunjukkan bahwa dalam periode H-10 hingga hari Lebaran (21-31 Maret 2025), sebanyak 225.400 unit kendaraan telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara.
“Sementara itu, jumlah pemudik yang tercatat mencapai 885.828 orang. Strategi khusus diterapkan untuk mengelola lonjakan kendaraan dan menghindari kepadatan di Pelabuhan Bakauheni selama arus balik,” sebutnya.
Untuk mengurangi antrean di Pelabuhan Bakauheni, pembagian pelabuhan dilakukan berdasarkan jenis kendaraan:
– Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Muara Pilu: Melayani angkutan barang dengan kapasitas parkir 1.070 kendaraan.
– Dermaga PT WIKA Beton: Melayani pemudik yang menggunakan sepeda motor dengan kapasitas 200 kendaraan besar atau 400 kendaraan kecil. Sistem ticketing menggunakan Ferizy.
– Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni: Menangani sepeda motor, kendaraan pribadi, dan bus dengan kapasitas parkir hingga 6.000 kendaraan serta beroperasi 24 jam.
Pelabuhan Bakauheni mengoperasikan 73 kapal, dengan 67 kapal siap beroperasi. Rinciannya, 6 kapal eksekutif dengan waktu tempuh 60 menit dan 61 kapal reguler dengan waktu tempuh 90 menit. Pada puncak arus balik, rata-rata 31-42 kapal akan beroperasi setiap hari.
Ruas Tol Bakauheni – Terbanggi Besar sepanjang 140,4 km kini dikelola oleh PT Bakauheni Terbanggi Besar (INA) sejak Juni 2023. Tol ini memiliki 11 gerbang tol, 55 gardu transaksi, serta 289 CCTV untuk memantau arus lalu lintas. Sementara itu, jalan nasional di Provinsi Lampung sepanjang 1.292,21 km juga dipersiapkan sebagai jalur alternatif bagi pemudik.
“Beberapa titik rawan kemacetan di jalur arteri Lampung meliputi pasar tumpah, seperti Pasar Liwa, Pasar Krui, dan Pasar Unit II Tulang Bawang. Selain itu, kawasan wisata di sekitar Bandar Lampung juga berpotensi mengalami kepadatan, terutama di Slanik Waterpark, Pantai Minang Rua, dan Taman Wisata Lembah Hijau,” bebernya.
Untuk mengurai kepadatan di Pelabuhan Bakauheni, diterapkan sistem delaying system. Pemudik yang belum memiliki tiket atau tiba sebelum jadwal keberangkatan diarahkan ke buffer zone dan rest area di Jalan Tol Trans Sumatera maupun jalan arteri. Kapasitas tampung buffer zone mencapai 1.910 kendaraan kecil, tersebar di beberapa rest area seperti KM 87B, KM 67B, dan KM 49B.
Djoko Setijowarno menegaskan bahwa tiket penyeberangan harus dibeli melalui aplikasi Ferizy sebelum memasuki kawasan pelabuhan. “Tiket tidak dijual di area pelabuhan. Geofencing telah ditetapkan dalam radius 4,24 km dari Pelabuhan Bakauheni, sehingga pemudik harus memastikan tiketnya sebelum tiba di pelabuhan,” ujarnya.
“Pengawasan kendaraan barang tetap dilakukan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) beberapa instansi terkait yang mengatur lalu lintas selama arus mudik dan balik. Selain itu, pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat arus kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Merak dan BBJ Bojonegara,” sebutnya.
Dengan berbagai strategi ini, diharapkan kelancaran arus mudik yang telah terjadi di Pelabuhan Merak dapat terulang pada arus balik di Pelabuhan Bakauheni. Pemerintah juga berencana membangun break water (pemecah ombak) di dua pelabuhan ini untuk mempercepat sandar kapal serta mengurangi antrean bongkar muat.
Dengan koordinasi yang baik dari berbagai pihak, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pemudik. ***
Penulis : lazir
Editor : ameri













