Dua Warga Lombok Tengah Luka Parah Akibat Ledakan Petasan Rakitan 8 kg

- Penulis

Selasa, 1 April 2025 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kedua korban mengalami luka cukup parah setelah petasan yang mereka rakit sendiri meledak. (Ilustrasi oleh ai)

Ilustrasi Kedua korban mengalami luka cukup parah setelah petasan yang mereka rakit sendiri meledak. (Ilustrasi oleh ai)

MATARAM – Kegembiraan merayakan Lebaran di Lombok Tengah berubah menjadi tragedi. Dua pemuda di Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, mengalami luka serius akibat ledakan petasan rakitan seberat 8 kilogram.

Korban, berinisial IR (25) dan IG (23), kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Provinsi NTB.

“Kedua korban mengalami luka cukup parah setelah petasan yang mereka rakit sendiri meledak secara tiba-tiba,” ujar Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, Selasa (1/4/2025).

Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin sore (31/3/2025) sekitar pukul 16.00 WITA. Bermula saat IR dan IG membawa sisa petasan Lebaran yang belum sempat diledakkan ke pinggir kali dekat rumah mereka.

Keduanya mencoba menyalakan sumbu petasan berkali-kali, tetapi tidak berhasil.

“Setelah gagal meledakkan petasan, mereka membawanya ke rumah seorang rekan bernama AR untuk mengecek penyebabnya,” lanjut Brata.

Saat sedang mengutak-atik petasan tersebut, tiba-tiba terjadi ledakan dahsyat. Akibatnya, IR mengalami luka berat, dengan ibu jari dan telunjuk tangan kirinya putus serta luka serius di bagian kaki dan wajah.

Sementara itu, IG mengalami luka di kedua kakinya.

“Warga yang mendengar suara ledakan langsung bergegas ke lokasi dan menemukan korban dalam kondisi bersimbah darah,” kata Brata.

Tanpa menunggu lama, warga segera membawa keduanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Polisi yang menerima laporan kejadian langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Diduga, petasan tersebut dirakit sendiri oleh korban.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak bermain dengan petasan rakitan, karena risikonya sangat tinggi dan bisa berakibat fatal,” tegas Brata. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho
Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian
300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional
Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao
Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata
Galaxy A36 5G Antar Team Vagos Juara SGGA 2025
Debut Global yang Membanggakan! Tim Labmino Bawa Inovasi RunSight Tembus 20 Besar Dunia Samsung Solve for Tomorrow 2025
 Monitor Satu Layar untuk Gaming dan Produktivitas

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:00 WIB

Perkuat Sinergi, YPJI Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kediaman Designer Kondang Nina Nugroho

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:43 WIB

Bedah Buku Ustadz Abdul Somad Dihadiri Tiga Menteri, Bahas Kesiapan Menghadapi Kematian

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:02 WIB

300 Bikers Saksikan Pelantikan Baderhoods Medan, Siap Tancap Gas ke Tingkat Nasional

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:06 WIB

Perayaan Imlek Tahun Kuda Api di Kelenteng Hok Lay Kiong Berlangsung Khidmat, Warga Beribadah hingga Antre Angpao

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:00 WIB

Dari Ibu Sehat Lahir Generasi Emas: DWP Kemenpora Rayakan HUT Ke-26 & Hari Ibu dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru