Tragedi di Yahukimo, Ketua Komisi X DPR RI Desak Perlindungan Guru dan Tenaga Kesehatan

- Penulis

Selasa, 25 Maret 2025 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR. (dok.dpr)

Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR. (dok.dpr)

JAKARTA – Enam guru dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, tewas dalam serangan brutal yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada 21 Maret 2025.

Para korban diserang di rumah dinas mereka, yang kemudian dibakar oleh kelompok bersenjata tersebut. Kejadian ini memicu evakuasi 46 guru dan tenaga kesehatan ke Wamena dan Sentani demi keselamatan mereka.

Menanggapi insiden tragis ini, Komisi X DPR RI menyampaikan sikap tegas dan sejumlah rekomendasi.

“Kami mengutuk keras aksi kekerasan yang menimpa guru dan tenaga kesehatan di Papua. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga pelanggaran hak asasi manusia dan ancaman bagi sektor pendidikan serta kesehatan di daerah tersebut. Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta komunitas yang terdampak,” ujar Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, Selasa (25/3/2025)

Komisi X DPR RI juga mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk meningkatkan perlindungan bagi tenaga pendidikan dan kesehatan yang bertugas di daerah rawan konflik.

Salah satu usulan yang diajukan adalah penempatan personel keamanan di wilayah-wilayah dengan risiko tinggi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Komisi X mendorong pemerintah, khususnya kementerian terkait, untuk memastikan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan ditempatkan di lingkungan yang lebih aman dan kondusif sesuai kebijakan penugasan yang tepat.

“Kami tidak ingin peristiwa tragis ini terulang. Oleh karena itu, pendekatan holistik harus diterapkan dalam penyelesaian konflik di Papua. Tidak cukup hanya dengan tindakan keamanan, tetapi juga melalui pendekatan dialog serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pendidikan yang berkualitas, fasilitas kesehatan yang memadai, dan pembangunan ekonomi yang inklusif harus menjadi prioritas,” tambah Hetifah.

Komisi X juga menekankan pentingnya penguatan regulasi serta peningkatan anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan di Papua, termasuk dana perlindungan bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Mereka juga membuka kemungkinan revisi kebijakan guna memberikan jaminan keamanan bagi mereka yang bertugas di daerah konflik.

“Sebagai bagian dari tugas pengawasan, kami akan terus memantau langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam menangani kasus ini. Kami juga akan mengundang mitra kerja terkait dalam rapat untuk membahas solusi jangka panjang bagi keamanan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di Papua,” tutup Hetifah. ***

Penulis : lazir

Editor : regardo

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru