JAKARTA – Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengecam keras aksi teror yang dialami Tempo.
Pengiriman kepala babi dan kepala tikus yang terpenggal ke kantor media tersebut dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia.
“Teror adalah tindakan paling keji. Dunia mengutuk segala bentuk teror, karena ini adalah penghinaan terhadap demokrasi,” ujar Said Iqbal dalam keterangannya, Minggu (230/3/2025)
Ia menegaskan bahwa Partai Buruh, KSPI, serta Guru Indonesia mendukung perjuangan kebebasan pers yang bertanggung jawab.
“Kami mendukung kawan-kawan media, khususnya Tempo, untuk terus berjuang menegakkan kebebasan pers yang menyajikan fakta secara konseptual dan terukur,” tambahnya.
Lebih lanjut, Said Iqbal mendesak pemerintah membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap pelaku teror ini.
“Saya meminta Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Hak Asasi Manusia, dan Komnas HAM segera membentuk tim gabungan guna mengusut kasus ini. Jangan biarkan teror menginjak kebebasan pers,” tegasnya.
Selain itu, ia juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasri.
“Pernyataan dia soal kepala babi yang sebaiknya dimasak menunjukkan sikap anti-demokrasi. Tidak pantas orang seperti itu menjabat sebagai pejabat komunikasi kepresidenan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Said Iqbal menegaskan pentingnya perlindungan bagi jurnalis dan media.
“Kami siap turun langsung, bersama Garda Metal, untuk menjaga kantor Tempo jika diperlukan. Kebebasan pers adalah pilar demokrasi yang tidak boleh diganggu,” tutupnya. ***
Penulis : lazir
Editor : regardo












